TANJUNG SELOR - Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa begitu kuat saat Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md, bersama rombongan melakukan kunjungan silaturahmi ke warga di Kampung Semeriot, Desa Ujang, Kecamatan Sekatak, baru-baru ini.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda formal pemerintahan, melainkan sebuah perjumpaan yang menghadirkan suasana kekeluargaan yang begitu nyata.
Sejak rombongan tiba, batas antara pemerintah dan masyarakat seolah hilang.
Semua melebur dalam satu ruang kebersamaan yang sederhana namun sarat makna.
Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi hangat dan dilanjutkan ibadah bersama warga yang berlangsung khidmat.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua GKII Daerah Kayan Hilir Pdt. Musa Ageng, M.Th serta Ketua Umum Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Kabupaten Bulungan Pdt. Tomu Sihombing bersama rombongan.
Dalam suasana ibadah itu, warga dari berbagai kalangan tampak duduk berdampingan tanpa sekat.
Anak-anak, orang tua, hingga para pemuda larut dalam suasana yang tenang dan penuh rasa syukur.
"Kita datang bukan hanya untuk bertemu, tetapi untuk benar-benar hadir bersama masyarakat, mendengarkan dan merasakan apa yang mereka rasakan,” ujar Wakil Bupati Kilat, A.Md dalam suasana penuh kehangatan.
Momen paling berkesan terlihat ketika Wakil Bupati memilih duduk langsung bersama warga, tanpa jarak formalitas.
Ia tampak berbincang santai, mendengarkan cerita warga, hingga mencatat berbagai aspirasi yang disampaikan.
Wabup memastikan, Pemkab Bulungan komitmen memperhatikan kebutuhan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat. Kendati bertahap, aspirasi dan keluhaan masyarakat senantiasa menjadi atensi prioritas pemerintah.
Demikian halnya untuk pembinaan dan bantuan untuk rumah-rumah ibadah, dikatakan Kilat, pemerintah menyediakan prosi khusus.
"Pembinaan dan bantuan rumah-rumah ibadah selalu menjadi perhatian pemerintah daerah," tutup Wabup.
"Kami senang sekali karena pemerintah datang langsung ke kampung kami. Jadi kami bisa menyampaikan apa yang kami butuhkan,” ujar salah seorang warga dengan wajah sumringah. Percakapan berlangsung cair, penuh tawa ringan, namun tetap sarat makna. (dra)
Editor : Sopian Hadi