TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten Bulungan memilih membangun pagar keliling Pasar Induk sebagai solusi menekan kebocoran retribusi. Namun, kebijakan ini memunculkan pertanyaan, apakah persoalan ada pada akses fisik, atau justru pada lemahnya sistem pengelolaan?
Bupati Bulungan, Syarwani, menyebut kondisi pasar yang terbuka dari berbagai arah menjadi penyebab utama tidak optimalnya penarikan retribusi. “Pasar induk saat ini bisa diakses dari mana saja. Akibatnya, penarikan retribusi belum berjalan maksimal,” ujarnya, Sabtu (18/4).
Sebagai solusi, pemerintah akan membatasi akses keluar-masuk hanya melalui satu pintu dengan membangun pagar keliling. Langkah ini diharapkan dapat memudahkan pengawasan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah dari sektor retribusi.
“Dengan sistem satu pintu, pengawasan dan pengelolaan parkir bisa lebih optimal,” katanya.
Namun, kebijakan ini tidak lepas dari kritik potensial. Pembangunan fisik senilai miliaran rupiah dinilai belum tentu menyentuh akar persoalan jika tidak dibarengi pembenahan sistem pengelolaan, transparansi, dan pengawasan di lapangan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bulungan, Adriani, mengungkapkan anggaran yang disiapkan untuk proyek ini mencapai sekitar Rp 5,48 miliar dan masih dalam tahap perencanaan.
“Untuk anggaran sekitar Rp 5,48 miliar, saat ini masih proses perencanaan,” jelasnya.
Di satu sisi, penataan akses dinilai dapat memperbaiki ketertiban kawasan pasar. Namun di sisi lain, pembatasan akses juga berpotensi menimbulkan persoalan baru, seperti kemacetan, penumpukan kendaraan, hingga resistensi dari pedagang dan pengunjung jika tidak dirancang secara matang.
Lebih jauh, kebocoran retribusi kerap kali bukan semata akibat akses terbuka, melainkan lemahnya sistem pencatatan, pengawasan petugas, hingga potensi praktik tidak transparan di lapangan.
Tanpa pembenahan menyeluruh, pembangunan pagar dikhawatirkan hanya menjadi solusi jangka pendek, menutup celah fisik, tetapi belum tentu menutup celah sistemik dalam tata kelola pasar. (jai/lim)
Editor : Azward Halim