Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

UMKM Bulungan Tembus Sarinah, 30 Produk Siap Dipasarkan Nasional

Fijai RT • Sabtu, 18 April 2026 | 11:11 WIB
PRODUK UMKM: Bupati Bulungan saat meninjau stan UMKM di Sarinah. FOTO: DOK PEMKAB BULUNGAN
PRODUK UMKM: Bupati Bulungan saat meninjau stan UMKM di Sarinah. FOTO: DOK PEMKAB BULUNGAN

TANJUNG SELOR - Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Bulungan mulai menembus pasar nasional. Pemerintah Kabupaten Bulungan memastikan sedikitnya 30 produk hasil kurasi akan dipasarkan di Sarinah, Jakarta.

Bupati Bulungan, Syarwani, mengaku telah meninjau langsung sejumlah produk yang akan dipasarkan. Namun, keberhasilan menembus pasar nasional ini masih menjadi tahap awal yang perlu diuji dari sisi keberlanjutan dan daya saing.

“Saya sudah meninjau langsung. Ada beberapa produk yang akan diperjualbelikan di sana,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (16/4).

Salah satu produk unggulan yang disiapkan adalah olahan cokelat dari Desa Pejalin dan Antutan. Produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk bersaing, meski tantangan kualitas dan konsistensi produksi masih menjadi pekerjaan rumah bagi pelaku UMKM.

“Salah satunya produk cokelat dari Desa Pejalin dan Antutan yang siap dipasarkan,” ujarnya.

Syarwani menjelaskan, dari total 70 produk yang telah melalui proses kurasi, hanya 30 produk yang dinyatakan layak untuk dipasarkan di Sarinah. Ia juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Kementerian UMKM terkait peluncuran resmi yang direncanakan pada 30 April 2026.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri UMKM. Insyaallah beliau akan melaunching langsung pada 30 April 2026, dari 70 produk yang dikurasi, ada 30 produk yang dipajang di sana,” katanya.

Meski demikian, masuknya produk ke pasar modern seperti Sarinah bukan tanpa tantangan. Selain seleksi ketat, UMKM dituntut menjaga kualitas, kemasan, hingga kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan.

Syarwani pun menekankan pentingnya konsistensi pasokan agar kepercayaan pasar tidak hilang.

“Saya sudah minta agar produk tersebut tidak putus. Artinya harus selalu ready, sehingga kepercayaan pasar tetap terjaga,” tegasnya.

Pemkab Bulungan juga menargetkan produk UMKM tidak hanya berhenti pada tahap promosi, tetapi benar-benar mampu bersaing dan bertahan di pasar yang lebih luas. Tanpa pendampingan berkelanjutan, peluang ini berisiko hanya menjadi pencapaian jangka pendek.

“Harapannya produk UMKM kita tidak hanya dikenal di Bulungan, tetapi juga di masyarakat luas,” ungkapnya.

Selain melalui Sarinah, pemerintah daerah juga mulai menjajaki kerja sama dengan pihak bandara di Kalimantan Utara untuk memperluas akses pemasaran. Produk UMKM diharapkan dapat menjadi oleh-oleh khas bagi para pengunjung. “Ini juga sedang kami jajaki, agar produk lokal bisa hadir di bandara dan menjadi identitas daerah,” jelasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#bulungan