Bupati Bulungan, Syarwani menyampaikan, perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, khususnya di wilayah pedesaan yang berdekatan dengan kawasan hutan. “Penebangan hutan secara serampangan harus dihentikan karena dampaknya sangat besar terhadap lingkungan, termasuk potensi banjir dan longsor,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (27/3).
Ia menekankan bahwa edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar kesadaran menjaga lingkungan semakin meningkat. “Kita harus mengajak dan mengedukasi masyarakat agar isu lingkungan ini menjadi bagian dari masa depan daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Ini adalah kerja bersama. Pemerintah hadir, tetapi masyarakat juga harus ikut menjaga lingkungan di sekitarnya,” katanya.
Syarwani mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan seimbang dengan upaya menjaga kelestarian alam. “Ekonomi boleh tumbuh, kesejahteraan harus meningkat, tetapi lingkungan tidak boleh kita abaikan,” jelasnya.
Ia menilai, langkah pencegahan sejak dini jauh lebih penting dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi. “Kalau kita tidak mulai sekarang, dampaknya akan dirasakan oleh generasi berikutnya,” ungkapnya.
Dengan komitmen tersebut, Pemda Bulungan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga hutan sebagai penyangga kehidupan. “Kelestarian lingkungan adalah investasi jangka panjang yang harus kita jaga bersama,” tambahnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim