Bupati Bulungan, Syarwani menyebut pengembangan komoditas dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik lahan di masing-masing wilayah. “Kami memetakan komoditas unggulan sesuai potensi lahan. Di antaranya cokelat, padi, jagung hingga kopi yang memang cocok dikembangkan di Bulungan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (27/3).
Ia juga menyoroti keberhasilan program perhutanan sosial yang dijalankan bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas masyarakat di kawasan hutan. “Melalui perhutanan sosial, masyarakat tetap bisa beraktivitas di kawasan hutan secara produktif dan memberikan nilai ekonomi,” ungkapnya.
Salah satu contoh keberhasilan program tersebut terlihat di Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Bulungan yang sejak 2019 mengembangkan budidaya buah lengkeng. “Di sana masyarakat sudah bisa menanam dan menikmati hasil ekonomi dari buah lengkeng, bahkan terjadi perputaran uang di tingkat desa,” katanya.
Pemda Bulungan pun terus memberikan dukungan terhadap pengembangan komoditas tersebut melalui anggaran daerah. “Tahun 2024, kami mengintervensi melalui APBD untuk perluasan lahan hingga sekitar 10 hektare untuk pengembangan perkebunan lengkeng,” ungkapnya.
Di sektor perkebunan, komoditas cokelat juga menunjukkan perkembangan signifikan, khususnya di Desa Pejalin dan Desa Antutan. “Cokelat yang dihasilkan tidak lagi hanya berupa biji kering, tetapi sudah diolah menjadi produk bernilai tambah seperti cokelat batangan dan bubuk,” jelasnya.
Produk olahan tersebut bahkan telah terserap oleh pengusaha lokal, termasuk UMKM di sektor kuliner. “Hasil produksi petani cokelat sekarang ini sudah digunakan oleh kafe dan restoran di Bulungan, sehingga menciptakan rantai ekonomi yang lebih luas,” tambahnya.
Menurutnya, hilirisasi produk menjadi kunci dalam meningkatkan nilai ekonomi komoditas unggulan daerah. “Kita dorong agar tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” tegasnya.
Dengan penguatan sektor pertanian dan perkebunan berbasis potensi lokal, Pemda Bulungan optimistis mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah. “Harapannya, komoditas unggulan ini benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat di Bulungan,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim