Kepala Disperta Bulungan, Kristiyanto menyampaikan, langkah ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah dalam mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan. “Optimalisasi lahan sawah rakyat menjadi prioritas kami untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga,” kata Kristiyanto kepada Radar Kaltara, Rabu (25/3).
Ia menjelaskan, dari total 808 ha lahan yang tersedia, hingga saat ini sekitar 120 ha telah ditanami padi. “Kami terus mendorong percepatan tanam agar seluruh lahan produktif dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan luas tanam tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga menjadi solusi menjaga stabilitas pasokan beras di daerah. “Dengan pemanfaatan lahan secara optimal, kita berharap produksi padi meningkat dan ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat ditekan,” katanya.
Pemda Bulungan, lanjutnya, berkomitmen memberikan pendampingan menyeluruh kepada petani, mulai dari penyediaan bibit unggul hingga pembangunan infrastruktur pendukung pertanian. “Kami tidak hanya mendorong tanam, tetapi juga memastikan petani mendapatkan dukungan penuh agar produktivitas meningkat,” tegasnya.
Selain itu, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk unsur forkopimda terus diperkuat guna mempercepat realisasi target swasembada pangan. “Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini,” tambahnya.
Dengan langkah tersebut, Pemda Bulungan optimistis target swasembada pangan dapat tercapai dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani serta ketahanan pangan daerah. “Kami berharap program ini mampu meningkatkan produksi sekaligus memperkuat kemandirian pangan di Bulungan,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim