Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Bulungan Inklusi Ramah Disabilitas yang telah diluncurkan sejak 12 Oktober 2025. “Sekarang ini Pemda Bulungan memiliki program Bulungan inklusi ramah disabilitas yang terus kami kembangkan untuk memberikan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (18/3).
Ia menjelaskan, kartu disabilitas tersebut dapat digunakan untuk memperoleh potongan harga di berbagai layanan yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah. “Kartu ini bermanfaat untuk mendapatkan diskon saat berbelanja di stan UMKM, menggunakan jasa speedboat, hingga menginap di hotel,” ungkapnya.
Untuk memperluas manfaat program, Pemda Bulungan telah menggandeng pengusaha UMKM di kawasan Taman Tepian Sungai Kayan dan perhotelan serta penyedia jasa transportasi speedboat. “Kami sudah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Meski demikian, besaran potongan harga yang diberikan sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing pelaku usaha. Pemda Bulungan, lanjut Syarwani, berperan sebagai fasilitator dalam membuka akses kemudahan tersebut. “Tugas kami di Pemda Bulungan adalah mewadahi agar penyandang disabilitas bisa mendapatkan keringanan,” tegasnya.
Hingga saat ini, jumlah penyandang disabilitas di Bulungan berkisar antar 700 hingga 1.000 orang. Pemda Bulungan pun terus mendorong perluasan cakupan program agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Melalui peluncuran kartu disabilitas ini, Pemkab Bulungan berharap tercipta lingkungan yang lebih inklusif serta memberikan peluang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial dan ekonomi.
"Program ini juga diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh," pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim