TANJUNG SELOR – Penanganan dan antisipasi longsor susulan masih terus dilakukan petugas di tebing Jalan Trans Kalimantan Utara, tepatnya di kawasan Sungai Urang, Sabtu (14/3) siang.
Berdasarkan pantauan wartawan Radar Tarakan di lapangan sekitar pukul 14.00 Wita, sejumlah petugas terlihat menjatuhkan bebatuan yang berada di atas tebing.
Langkah ini diduga untuk mengantisipasi potensi longsor susulan yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Batu-batu tersebut dinilai berpotensi memicu longsor susulan yang dikhawatirkan dapat menutup badan Jalan Trans Kaltara maupun membahayakan pengendara yang melintas di sekitar lokasi.
Proses pembersihan dilakukan dengan cara menjatuhkan bebatuan menggunakan tali yang ditarik oleh alat berat yang sudah disiagakan di bawah tebing.
Selain menurunkan batu yang berpotensi longsor, alat berat juga langsung membersihkan batu-batu yang berguguran agar tidak berserakan di badan jalan.
Seperti diketahui, pada pekan lalu sempat terjadi longsor di kawasan tersebut. Tidak hanya tanah, sejumlah batu berukuran besar juga ikut jatuh hingga menutupi sebagian ruas jalan di lokasi kejadian.
Sebelumnya, petugas Preservasi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah Kaltara, Kuntiadi, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan di lokasi guna memastikan tidak terjadi longsor susulan yang dapat mengganggu akses jalan.
“Kami terus melakukan pemantauan agar material dari tebing tidak menutup badan jalan. Alat berat juga sudah disiagakan untuk membersihkan material yang berpotensi jatuh,” ujarnya.
Selain itu, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi agar aktivitas pembersihan tebing dapat berjalan lancar tanpa mengganggu kendaraan yang melintas.
Akibat kegiatan ini, kendaraan yang melintas diminta untuk berhati-hati dan sesekali harus menunggu beberapa saat demi kelancaran proses penanganan longsor susulan. (ana)
Editor : Sophian Hadi