Bupati Bulungan Syarwani mengaku telah menginstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan untuk memberi perhatian terhadap kondisi jalan yang menghubungkan wilayah Hulu Sungai Kayan dengan Tanjung Selor.
“Saya sudah menginstruksikan kepada Dinas PU, terutama terkait kondisi jalan yang digunakan masyarakat di wilayah hulu Sungai Kayan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (13/3).
Menurutnya, jalur dari Desa Long Beluah menuju Tanjung Selor selama ini kerap menjadi sorotan masyarakat karena kondisinya yang memerlukan perhatian dan perbaikan.
“Jalan poros itu memang beberapa kali menjadi sorotan karena kondisi jalannya,” katanya.
Ia menegaskan, akses jalan tersebut sangat penting karena masih menjadi jalur utama transportasi masyarakat yang berada di wilayah hulu Sungai Kayan menuju pusat pemerintahan di Tanjung Selor. Selain itu, jalur tersebut juga masih dilalui oleh transportasi darat milik Perum DAMRI yang melayani masyarakat di wilayah pedalaman Bulungan.
“Di jalur itu masih ada transportasi Damri yang beroperasi dan tentu harus kita dukung keberadaannya,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan layanan transportasi Damri sangat membantu masyarakat, khususnya warga di wilayah hulu Sungai Kayan yang membutuhkan akses transportasi menuju Tanjung Selor.
“Keberadaan Damri ini menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita di hulu Sungai Kayan untuk kegiatan transportasi menuju Tanjung Selor,” tegasnya.
Ia berharap perbaikan dan penanganan jalan di jalur tersebut dapat mendukung mobilitas masyarakat, terutama menjelang Lebaran ketika aktivitas perjalanan biasanya meningkat.
“Karena itu kita berharap kondisi jalan ini dapat terus mendapat perhatian agar mobilitas masyarakat tetap lancar, khususnya menjelang momentum Hari Raya Idulfitri,” pungkasnya. (jai/lim)