Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dapat Pengecualian, Nilai Rata-Rata Masuk SMA Unggul Garuda di Kaltara di Bawah Jawa dan Sumatera

Iwan RT • Rabu, 11 Maret 2026 | 02:26 WIB

Anggota DPR RI Dapil Kaltara, Rahmawati.
Anggota DPR RI Dapil Kaltara, Rahmawati.
TANJUNG SELOR - Penerimaan peserta didik baru untuk SMA unggul garuda di Kalimantan Utara (Kaltara) tahun ajaran 2026 telah dibuka. Proses penerimaan peserta didik dilakukan bersamaan dengan proses pembangunan gedung sekolah dan fasilitas pendukung sesuai dengan spek untuk SMA unggul garuda.

Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rahmawati mengatakan, untuk standar minimal nilai masuk SMA unggul garuda di Kaltara ini mendapat pengecualian di bawah nilam minimal masuk SMA unggul garuda di Jawa dan Sumatera.

“Kalau di Jawa dan Sumatera itu rata-rata nilai yang boleh masuk ke SMA unggul garuda adalah 90. Rata-ratanya nilai 90. Tapi kita berjuang (untuk Kaltara) sehingga yang nilainya 85 bisa masuk,” ujar Rahmawati kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Selasa (10/3).

Anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Kaltara ini menyebutkan, kalau anak-anak di Pulau Jawa dan Sumatera itu kan yang pelajar SMP-nya banyak mendapat wawasan di luar, misalnya seperti dari ekstrakulikuler. “Berbeda dengan kita, makanya kita berjuang kepada pemerintah pusat agar untuk nilai rata-rata yang masuk ke SMA unggul garuda itu adalah 85. Alhamdulillah usulan kita disetujui,” tuturnya.

Adapun kuota masuk untuk tahap awal ini sebanyak 300 orang. Namun, untuk saat ini yang mendaftar masih di bawah dari jumlah tersebut sehingga diimbau kepada para orang tua agar mendaftarkan anaknya masuk ke SMA unggul garuda ini.

“Sementara untuk kotanya kalau tidak salah, 70 persen dari luar, 30 persen dari lokal. Ini kalau SMA unggul garuda sudah dibuka, pasti ekonomi daerah kita akan hidup. Karena untuk anak yang dari luar masuk sekolah di sini, orang tuanya pasti akan datang untuk menjenguk mereka,” sebutnya.

“Otomatis hotel-hotel di sini akan terpenuhi dan juga transportasi akan hidup, serta kuliner di daerah kita ini juga pasti akan ikut hidup” pungkasnya. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim