Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Penerimaan Peserta Didik Baru SMA Unggul Garuda di Kaltara Dibuka, Segini Kuotanya

Iwan RT • Jumat, 6 Maret 2026 | 06:15 WIB

 

Sekprov Kaltara, Denny Harianto.
Sekprov Kaltara, Denny Harianto.
TANJUNG SELOR - Penerimaan peserta didik baru SMA Unggul Garuda di Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2026 telah dibuka. Lewat SMA Unggul Garuda ini, kesempatan buat putra dan putri terbaik bangsa terbuka lebar untuk membuktikan potensi yang dimiliki agar bisa 'terbang' lebih tinggi lagi.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Denny Harianto mengatakan, untuk pendaftaran tahun ini sudah dilakukan dan saat ini proses penerimaan peserta didik baru itu dilakukan perpanjangan waktu.

"Saat ini masih ada kekurangan dari kuota sebanyak 200 orang. Saya belum dapat info pasti kurangnya sekarang ini berapa, yang jelas masih kurang," ujar Sekprov Denny kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Dalam proses perpanjangan penerimaan peserta didik baru ini, diharapkan kuota yang dibuka untuk SMA Unggul Garuda tahun ini bisa terpenuhi.

Adapun untuk pembangunan gedung sekolahnya, tahun ini sudah dilakukan dengan paket pembangunan ditarget selesai pada Juni mendatang.

"Kemarin kita sudah ketemu dengan Kemendiktisaintek. Kemudian juga dengan pihak ketiga yang melakukan proses pembangunan, termasuk dengan Pemkab Bulungan," tuturnya.

Dalam hal ini, lanjut Sekprov Denny, pihaknya duduk bersama membicarakan soal ini. Apapun yang menjadi kendala, itu akan dihadapi bersama.

Untuk tahap awal, baru sekitar 6 hektare yang dikerjakan. Selebihnya, itu nanti akan dikerjakan berikutnya. Jadi, yang dikerjakan pertama ini fasilitas utamanya, seperti bangunan sekolah dan asrama.

"Kan dia sistemnya boarding school," sebutnya.

Secara teknis, ia menegaskan pembangunan semuanya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara dari daerah hanya menyiapkan lahan untuk sekolahnya saja.

"Untuk tenaga pengajarnya saat ini juga sudah ada. Yang jelas untuk tahun ini, sambil menunggu fasilitasnya jadi, dari sana apakah menyewa atau mengontrak dulu, yang jelas tahun ini sudah jalan," pungkasnya. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim