Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan, bahwa Pemda Bulungan tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun wilayah yang memiliki karakteristik geografis luas dan beragam.
“Dengan luas wilayah sekitar 13 ribu kilometer persegi dan penduduk yang tersebar di 10 kecamatan serta 74 desa, tentu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Minggu (22/2).
Menurutnya, sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar pembangunan dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah yang aksesnya masih terbatas.
“Perlu sinergi, kolaborasi, dan keterlibatan semua unsur masyarakat agar pembangunan berjalan seimbang dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, tantangan wilayah yang luas harus dijawab dengan perencanaan yang matang serta dukungan semua pihak, mulai dari perangkat daerah hingga masyarakat di tingkat desa. “Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang melibatkan seluruh elemen, bukan hanya pemerintah daerah,” katanya.
Syarwani juga mengajak dunia usaha, tokoh masyarakat dan generasi muda untuk turut ambil bagian dalam pembangunan daerah. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat akan mempercepat pemerataan dan memperkuat daya saing daerah.
“Kita harus bergerak bersama agar tidak ada wilayah yang tertinggal dan seluruh masyarakat merasakan manfaat pembangunan,” jelasnya.
Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, Bulungan dapat terus tumbuh menjadi daerah yang maju dan mandiri. “Kalau kita bersinergi dan bekerja bersama, saya yakin Bulungan akan berkembang lebih baik dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim