Kepala Dinsos Bulungan, Mahmuddin mengatakan, monitoring dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan usaha yang dijalankan penerima bantuan. “Monitoring ini untuk mengetahui perkembangan dan keberlangsungan usaha yang dijalankan oleh penerima manfaat bantuan usaha ekonomi produktif,” kata Mahmuddin kepada Radar Kaltara, Jumat (20/2).
Ia menegaskan, evaluasi juga difokuskan pada pemanfaatan bantuan agar sesuai dengan peruntukan dan ketentuan yang berlaku. “Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukan dan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, monev dilakukan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Kami menilai sejauh mana program ini efektif dan efisien dalam meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan penerima manfaat,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinsos juga mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi kelompok usaha di lapangan. Hasil identifikasi tersebut akan menjadi bahan pembinaan dan pendampingan lanjutan.
“Kami juga ingin mengidentifikasi permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan usaha sebagai bahan pembinaan dan pendampingan,” katanya.
Lebih jauh, Mahmuddin menambahkan, monitoring ini sekaligus mengukur tingkat kemandirian dan keberdayaan penerima manfaat dalam mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. “Tujuan akhirnya adalah mengukur tingkat kemandirian dan keberdayaan penerima manfaat dalam mengembangkan usaha mereka,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui evaluasi berkala, program UEP di Bulungan dapat semakin tepat sasaran dan mampu mendorong masyarakat keluar dari ketergantungan bantuan sosial menuju kemandirian ekonomi. “Melalui evaluasi berkala, kami ingin memastikan program UEP benar-benar tepat sasaran. Harapannya, masyarakat penerima manfaat bisa berangsur keluar dari ketergantungan bantuan sosial dan bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri secara ekonomi,” terangnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim