Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah bersurat ke Direktur Pusdalops untuk mengkonfirmasi terkait rencana serah terimanya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kaltara, Andi Amriampa mengatakan, sebenarnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sempat dijadwalkan kunjungan ke Kaltara sekaligus serah terima bangunan Pusdalops itu.
"Tapi menjelang Kepala BNPB mau ke sini, terjadi bencana di Sumatera. Jadinya jadwal itu berubah, semua sumber daya dialihkan ke sana (bencana Sumatera)," ujar Andi Amriampa kepada Radar Tarakan di Tanjung Selor, Kamis (19/2).
Untuk fasilita pendukung di Pusdalops itu semuanya sudah lengkap. Sementara untuk sumber daya manusia (SDM) yang akan mengisi Pusdalops itu sendiri akan diambil dari Pemprov Kaltara.
"Nanti dilatih khusus. Sebenarnya itu sebenarnya sudah ada yang mengikuti pelatihan, tapi nanti tetap perlu penyesuaian kembali, karena pasti ada aplikasi-aplikasi baru yang harus di-update," tuturnya.
Sebagai pusat pengendali operasi, maka semua data-data kebencanaan akan terlapor ke Pusdalops. Sehingga nantinya dari situlah sumber data yang digunakan untuk menetapkan keputusan kebencanaan.
"Misalnya untuk penetapan status, itu akan dipantau dari data-data yang masuk ke Pusdalops. Secara berkesinambungan, kita juga bekerja sama dengan BMKG. Jadi ada alat khusus dari BMKG yang juga dipasang di sana," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim