Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan dalam menyambut pergantian tahun baru Imlek.
Bersih-bersih kelenteng dilakukan sebagai bentuk persiapan lahir dan batin, sekaligus simbol penyucian tempat ibadah sebelum rangkaian sembahyang dimulai.
Ketua Lembaga Pelestarian Tradisi Tionghoa Tanjung Selor, Satya Bahari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Imlek.
“Setiap menjelang Imlek, kelenteng pasti kami bersihkan. Mulai dari merapikan area, membersihkan patung dewa, sampai menghias kelenteng agar siap digunakan untuk ibadah,” ujarnya kepada Radar Tarakan saat ditemui di Kelenteng Toa Pek Kong Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (15/2).
Ia menjelaskan, kegiatan bersih-bersih dilakukan secara gotong royong oleh warga pada 13 hingga 14 Februari, dimulai sejak siang dan berlanjut hingga sore hari.
Seluruh area kelenteng dibersihkan untuk memastikan kenyamanan umat saat beribadah.
Abay juga menuturkan, perayaan Imlek tahun ini dilaksanakan secara lebih sederhana karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Oleh sebab itu, sejumlah kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian dikurangi sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.
“Fokus utama tetap pada ibadah. Untuk kegiatan yang sifatnya keramaian kami sesuaikan, agar tidak mengganggu saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah tarawih. Karnaval kendaraan hias pun ditiadakan tahun ini,” jelasnya.
Rangkaian sembahyang menyambut Imlek dijadwalkan berlangsung pada 16 Februari sejak pagi hingga sore hari.
Sementara puncak perayaan Imlek jatuh pada 17 Februari, dengan pelaksanaan ibadah secara khidmat, khususnya pada pagi hari.
“Tradisi tetap dijalankan, perayaan tetap ada, namun dengan cara yang sederhana dan penuh rasa saling menghormati. Itulah esensi Imlek bagi kami. Open house tetap ada, karena belum masuk bulan Ramadan," pungkasnya.
Kegiatan bersih-bersih kelenteng ini tidak hanya menjadi persiapan menyambut tahun baru, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan serta komitmen masyarakat Tionghoa di Tanjung Selor dalam melestarikan budaya leluhur. (ana/lim)