Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bupati Bulungan Apresiasi Terobosan 500 Hektare Bekas Tambang Jadi Sentra Ekonomi Baru

Taslee • Sabtu, 14 Februari 2026 | 00:42 WIB

 

PENINJAUAN LINGKUNGAN: Bupati Bulungan bersama pihak perusahaan meninjau lokasi eks tambang di Bulungan.
PENINJAUAN LINGKUNGAN: Bupati Bulungan bersama pihak perusahaan meninjau lokasi eks tambang di Bulungan.
TANJUNG SELOR - Upaya menyulap lahan bekas tambang menjadi kawasan sentra ekonomi baru mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bulungan. Terobosan tersebut dilakukan oleh salah satu perusahaan di Desa Kelubir, Kecamatan Tanjung Palas Utara.

Bupati Bulungan, Syarwani bersama Sekretaris Daerah Bulungan, Risdianto, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta ketua DPRD Bulungan melakukan kunjungan lapangan langsung ke area pascatambang milik perusahaan tersebut, Rabu (11/2).

Dalam kunjungan itu, rombongan meninjau kawasan yang kini tengah dikembangkan menjadi sentra ekonomi baru berbasis perkebunan dan peternakan. Lahan yang sebelumnya merupakan area pertambangan kini mulai hijau dan produktif, ditanami berbagai komoditas bernilai ekonomi.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah budidaya tanaman atsiri untuk produksi minyak kayu putih. Lahan seluas kurang lebih 129 hektare diproyeksikan sebagai pusat pengembangan tanaman tersebut. Tidak hanya berhenti pada tahap penanaman, perusahaan bahkan telah masuk ke proses hilirisasi dengan melakukan penyulingan hingga menghasilkan minyak kayu putih siap jual.

“Teman-teman PKN (PT Pesona Khatulistiwa Nusantara) sudah melakukan proses sampai penyulingan dan menghasilkan minyak kayu putih. Ini tentu menjadi produk yang bermanfaat untuk kegiatan ekonomi produktif masyarakat, khususnya di sekitar kawasan pascatambang,” ujar Syarwani.

Selain tanaman atsiri, kawasan tersebut juga dikembangkan untuk budidaya kakao (coklat) yang dinilai memiliki prospek pasar yang baik. Pengembangan komoditas perkebunan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru serta menyerap tenaga kerja masyarakat sekitar.

Tak hanya sektor perkebunan, pemanfaatan lahan juga merambah ke sektor peternakan. Dari total lebih dari 500 hektare lahan pascatambang yang tersedia, sebagian dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan sapi. Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus menciptakan rantai ekonomi baru di wilayah Tanjung Palas Utara.

Syarwani menegaskan, pemerintah daerah sangat mendukung langkah perusahaan dalam mengoptimalkan lahan pascatambang agar tidak dibiarkan terbengkalai setelah proses reklamasi selesai. Menurutnya, pemanfaatan lahan secara produktif menjadi contoh konkret kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Kami sampaikan terima kasih atas inisiatif menjadikan kawasan tambang sebagai pertumbuhan ekonomi baru. Jadi tidak hanya direklamasi biasa, tapi dimanfaatkan untuk tanaman tertentu dan peternakan,” tegasnya.

Ia berharap, inovasi tersebut dapat menjadi model pengelolaan lahan pascatambang di daerah lain, khususnya di Kabupaten Bulungan, sehingga mampu menciptakan kawasan ekonomi produktif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan. (dra/lim)

 

 

Editor : Azward Halim