Bupati Bulungan Syarwani menegaskan, sinkronisasi ini penting agar pembangunan daerah tidak berjalan sendiri dan tetap berada dalam satu garis kebijakan nasional.
“Pemda Bulungan mensinkronkan program daerah dan nasional. Salah satunya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (11/2).
Menurutnya, Bulungan sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan hingga energi harus mampu memanfaatkan momentum kebijakan nasional yang saat ini menempatkan ketahanan pangan dan energi sebagai prioritas utama.
“Pembangunan ketahanan pangan dan kemandirian pangan, ketahanan energi dan kedaulatan energi harus menjadi prioritas,” ungkapnya.
Syarwani menyebut, sinkronisasi tersebut tidak hanya sebatas wacana. Pemda Bulungan akan memastikan seluruh perencanaan, termasuk program tahunan perangkat daerah, bergerak dalam satu arah.
“Ini harus diselaraskan dengan program nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinkronisasi tersebut juga penting agar program pembangunan daerah mendapat dukungan lebih kuat, baik dari sisi kebijakan maupun peluang pembiayaan dari pemerintah pusat.
“Kalau program kita sejalan dengan prioritas nasional, maka ruang dukungan dan kolaborasi juga akan semakin terbuka,” ungkapnya.
Syarwani menegaskan, sektor pangan harus menjadi salah satu fokus utama, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus menjadi faktor penting menjaga stabilitas daerah.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi soal memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang cukup, aman dan terjangkau,” katanya.
Selain pangan, Syarwani juga menekankan sektor energi sebagai prioritas. Menurutnya, ketahanan energi harus dibangun sejak dini agar daerah tidak terus bergantung pada pasokan luar.
“Ketahanan energi dan kedaulatan energi harus menjadi perhatian kita bersama, karena ini menyangkut daya saing daerah,” ujarnya.
Syarwani meminta seluruh perangkat daerah untuk menyesuaikan program kerja dengan arah kebijakan tersebut, sehingga tidak terjadi tumpang tindih atau program yang tidak relevan dengan kebutuhan strategis daerah dan nasional.
“Saya minta seluruh perangkat daerah menyelaraskan program perencanaan dengan dokumen perencanaan daerah, termasuk RPJMD,” tegasnya.
Ia menambahkan, sinkronisasi ini juga akan memperkuat efektivitas pembangunan daerah, karena seluruh program berjalan lebih terukur, terarah dan memiliki dampak yang jelas.
“Kita ingin pembangunan Bulungan benar-benar terukur, berkelanjutan, dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (jai/lim)