Total ASN Pemprov Kaltara saat ini berada di angka 6 ribuan orang. Masih kurang sekitar 3 ribuan untuk memenuhi jumlah kebutuhan ideal berdasarkan analisis jabatan (anjab) dan analisis beban kerja (ABK).
Dikonfirmasi terkait hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Kaltara, Andi Amriampa mengatakan bahwa saat ini pihaknya sementara menyusun perencanaan kebutuhan ASN Pemprov Kaltara.
"Kami sementara susun perencanaan terkait dengan kebutuhan atau formasi," ujar Andi Amriampa kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Sementara untuk pengadaannya, itu nanti akan dikoordinasikan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) yang disandingkan dengan ketersediaan anggaran di daerah.
"Kan komposisi (bepanja pegawai) saat ini, kita sudah masuk ke 37 persen. Kalau aturan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu maksimal di 30 persen," jelasnya.
Oleh karena itu, maka untuk mengaturnya BKD Kaltara akan melakukan pemetaan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Karena, jika dilihat berdasarkan anjab dan ABK, itu masih kurang. Tapi beda halnya jika dilihat dari sisi anggaran.
"Kalau berdasarkan anjab dan ABK, kita masih kurang. Belum terpenuhi semua. Tapi dari sisi anggaran, kita sudah melewati. Mungkin secara internal nanti kita akan mengatur bagaimana sistem kerja dari ASN yang ada," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim