Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan, sebelum ada dukungan modal dari Pemda Bulungan, manajemen PT Bulungan Persada Mandiri harus menyusun pemetaan dan rencana bisnis yang jelas, terukur dan berorientasi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
“Tentu kita harus melakukan diskusi panjang dengan jajaran direksi PT Bulungan Persada Mandiri terkait roadmap rencana bisnis ke depan, dan itu harus klir,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (26/1)
Saat ini, sambung Syarwani, Pemda Bulungan memiliki tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dua di antaranya telah berjalan, yakni PT BPR Bank Bulungan (Perseroda) dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Benuanta.
“Di luar PT BPR Bank Bulungan (Perseroda) dan Perumda Air Minum Danum Benuanta, kita memiliki PT Bulungan Persada Mandiri yang perlu didorong untuk melakukan pemetaan bisnis secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurutnya, penyertaan modal tidak boleh dilakukan tanpa dasar perencanaan yang matang. Pemda Bulungan tidak ingin mengulang pengalaman sebelumnya, ketika BUMD tidak memiliki arah bisnis yang jelas namun tetap mendapatkan intervensi anggaran.
“Orientasi kita jelas, bagaimana PT Bulungan Persada Mandiri bisa mendongkrak PAD. Jangan sampai roadmap bisnis tidak ada, tetapi penyertaan modal tetap dilakukan,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemda Bulungan menginginkan PT Bulungan Persada Mandiri dikelola secara profesional, transparan dan berbasis target kinerja. Dengan demikian, setiap rupiah penyertaan modal benar-benar berdampak terhadap keuangan daerah.
“Kita ingin PT Bulungan Persada Mandiri profesional dan berkontribusi nyata terhadap PAD Bulungan,” katanya.
Syarwani mengungkapkan, terdapat sejumlah peluang bisnis potensial yang dapat dikembangkan PT Bulungan Persada Mandiri, salah satunya di sektor pangan, seperti skema pemenuhan kebutuhan beras aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemda Bulungan.
“Ini salah satu contoh bisnis yang bisa dikembangkan, tentu dengan skema yang jelas dan menguntungkan daerah,” ujarnya.
Selain itu, PT Bulungan Persada Mandiri juga diarahkan untuk menjalin kerja sama dengan Perumda Air Minum Danum Benuanta, khususnya dalam tata kelola dan distribusi air minum dalam kemasan (AMDK) yang saat ini masih dalam proses.
“Terkait AMDK memang belum kita launching karena masih ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Ia menegaskan, selama roadmap bisnis belum klir, Pemkab Bulungan memilih bersikap hati-hati dan menunda penyertaan modal demi menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
“Prinsipnya, semua harus berbasis perencanaan yang jelas dan berdampak bagi daerah,” pungkasnya. (jai/lim)