Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ditetapkan PSN, PLTA Sungai Kayan Jadi Penyuplai Listrik KIHI

Fijai RT • Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53 WIB

Bupati Bulungan, Syarwani.
Bupati Bulungan, Syarwani.
TANJUNG SELOR – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan berkapasitas 9.000 megawatt (MW) telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Itu tertuang dalam RPJMN 2025-2029 melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2025.

Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan PLTA Sungai Kayan merupakan proyek energi baru dan terbarukan (EBT) berskala besar bagi daerah maupun nasional.
“PLTA Sungai Kayan ini memiliki total kapasitas 9.000 MW dan telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional oleh Presiden Prabowo,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (21/1).

Ia menjelaskan, proyek tersebut dikembangkan oleh PT Kayan Hydro Energy (KHE) yang bekerja sama dengan Sumitomo Corporation, dengan skema pembangunan bertahap atau cascade.
“Pengembangnya adalah PT Kayan Hydro Energy bersama Sumitomo Corporation, dan pembangunannya dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan PLTA Sungai Kayan terdiri dari lima tahap atau lima bendungan dengan kapasitas yang berbeda di setiap tahapnya.
“Pada tahap pertama kapasitasnya 900 MW, tahap kedua 1.200 MW, tahap ketiga dan keempat masing-masing 1.800 MW, dan tahap kelima sebesar 3.300 MW,” paparnya.

Ia menegaskan, keberadaan PLTA Sungai Kayan diarahkan untuk mendukung kebutuhan energi Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Tanjung Palas Timur, Bulungan.
“PLTA ini untuk men-support pembangunan kawasan industri yang sudah ada hari ini,” katanya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pasokan listrik dari PLTA Sungai Kayan akan menjadi fondasi utama bagi industri hilirisasi, termasuk smelter yang dikembangkan di kawasan industri tersebut.
“Ini kan untuk pembangkit listrik, yang sering disebut PLTA dan alumninya nanti adalah smelter di kawasan industri hijau itu,” tegasnya.

Syarwani memastikan Pemkab Bulungan akan terus mendukung kelancaran proyek tersebut karena dinilai membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan penguatan posisi Kaltara sebagai pusat energi bersih nasional.
“Kami di daerah siap mendukung agar proyek ini berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim