Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ketua DPRD Kaltara Nilai Penanganan Infrastruktur Perbatasan Mendesak

Iwan RT • Rabu, 21 Januari 2026 | 16:02 WIB

AKSES: Salah satu titik infrastruktur di wilayah perbatasan Kaltara yang mengalami kerusakan beberapa waktu lalu.
AKSES: Salah satu titik infrastruktur di wilayah perbatasan Kaltara yang mengalami kerusakan beberapa waktu lalu.
TANJUNG SELOR - Kompleksitas permasalahan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang mendesak ditangani pemerintah.

Utamanya soal infrastruktur, mulai dari jalan dan jembatan, hingga pendidikan dan kesehatan. Ini penting untuk segera disikapi lantaran dampaknya sampai kepada persoalan dapur masyarakat.

Tak jarang masyarakat di wilayah perbatasan Kaltara ini mengeluhkan soal sulitnya mendapatkan sembako (sembioan bahan pokok) untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

Menyikapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara, H. Achmad Djufrie menilai bahwa penanganan persoalan infrastruktur secara umum di wilayah perbatasan itu sangat mendesak.

"Yang urgent itu salah satunya soal infrastruktur, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga akses jalan," ujar Achmad Djufrie kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Rabu (21/1).

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan, jika tidak tersedia infrastruktur yang memadai, tentu secara otomatis mobilisasi ke daerah perbatasan itu akan sulit.

"Kita bicara di internal saja, itu ada banyak anggaran DPRD yang sulit untuk menjangkau ke sana. Seperti ke Pujungan, misalnya. Kita harus mengeluarkan sekitar Rp 30 juta untuk biaya speedboat sampai ke sana," jelasnya.

Oleh karena itulah makanya penanganan infrastruktur sangat penting. Setidaknya dibuatkan jalan tembus ke pusat perkotaan.

"Meskipun belum aspal, setidaknya bisa sampai agregat dulu lah. Artinya ada tahapan-tahapan yang kita lakukan. Kita doakan PAD kita bisa naik, supaya pendanaan pembangunan kita juga bisa lebih maksimal," pungkasnya. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim