Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, data yang diterima Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) baru mencakup tiga triwulan.
“Kami baru menerima rilis realisasi investasi sampai triwulan ketiga 2025 dengan nilai kurang lebih Rp 14 triliun. Masih ada satu triwulan lagi yang akan di-update di awal tahun 2026,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (14/1).
Ia berharap, pembaruan data triwulan IV nantinya dapat mendorong nilai investasi Bulungan melampaui capaian sementara tersebut. “Mudah-mudahan nilainya bisa naik di atas Rp14 triliun setelah data triwulan keempat dirilis,” ungkapnya.
Menurutnya, investasi yang masuk ke Bulungan berasal dari berbagai sektor dengan kontribusi yang cukup merata. Tidak hanya sektor industri, sektor jasa usaha juga memberikan peran signifikan.
“Fokus investasi tahun ini didukung banyak kontributor, tidak hanya dari sektor industri, tetapi juga jasa usaha yang bergerak melalui berbagai aktivitas investasi di daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, aktivitas investasi yang telah berjalan, khususnya di kawasan industri, mulai menunjukkan dampak nyata terhadap perekonomian daerah.
“Aktivitas yang sudah berjalan hari ini memiliki dampak dan multiplier effect terhadap sektor lain, sekaligus berkontribusi langsung terhadap peningkatan nilai investasi di Bulungan,” tegasnya.
Sementara itu, Pejabat Fungsional Ahli Madya Perizinan DPMPTSP Bulungan, Roni Silitonga memaparkan secara rinci capaian investasi hingga triwulan III 2025.
“Untuk triwulan I, II, dan III total realisasi investasi mencapai Rp14.580.613.225.795,” ungkapnya.
Ia merinci, realisasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
“PMA tercatat sebesar Rp5.154.463.392.869, sementara PMDN mencapai Rp4.263.196.216.138,” katanya.
Roni menjelaskan, hingga saat ini data investasi triwulan IV belum dirilis secara resmi oleh pemerintah pusat.
“Untuk triwulan IV memang belum keluar. Biasanya rilis dilakukan di atas tanggal 15 Januari, karena pelaporan LKPM ditutup pada 10 Januari,” pungkasnya. (jai/lim)