Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

IR DBD Kaltara Melonjak 9 Kali Lipat dari Standar, Bulungan Dipilih Jadi Lokasi Uji Coba Vaksinasi

Iwan RT • Rabu, 7 Januari 2026 | 14:11 WIB
ILUSTRASI: Dinkes Kaltara mulai melakukan vaksinasi di DBD.
ILUSTRASI: Dinkes Kaltara mulai melakukan vaksinasi di DBD.

TANJUNG SELOR - Ancaman demam berdarah dengue (DBD) di Kalimantan Utara kian mengkhawatirkan. Data Dinas Kesehatan menunjukkan angka kesakitan DBD di provinsi ini melonjak jauh di atas standar nasional.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengambil langkah baru dengan menjadikan Kabupaten Bulungan sebagai lokasi uji coba vaksinasi DBD.

Sebagai langkah awal, Dinkes Kaltara menggelar sosialisasi lintas sektor sekaligus persiapan pelaksanaan vaksinasi DBD di Desa Panca Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan. Program ini menjadi yang pertama kali diterapkan di Kalimantan Utara sebagai upaya menekan tingginya angka kasus DBD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltara, Yuan Erenst Sukawatie, menyampaikan bahwa kondisi DBD di Kaltara saat ini membutuhkan perhatian serius. Secara indikator, angka kesakitan atau incidence rate (IR) DBD seharusnya berada di angka 10 kasus per 100.000 penduduk. Namun, data lapangan menunjukkan IR DBD di Kaltara justru mencapai 96 per 100.000 penduduk.

 

Angka tersebut dinilai sangat jauh dari indikator yang ditetapkan. Karena itu, dengan keterbatasan anggaran yang ada, Dinkes Kaltara memilih langkah vaksinasi sebagai upaya pencegahan tambahan selain program pengendalian DBD yang selama ini berjalan.

 

“Angka ini sangat kontras dari indikator yang ditetapkan. Makanya, dengan dana yang ada, kami mulai melakukan vaksinasi DBD. Untuk tahap awal, kami fokuskan di Kabupaten Bulungan sebagai pilot project,” ujar Yuan, Rabu (7/1).

 

Ia menjelaskan, pemilihan Bulungan sebagai lokasi percontohan didasarkan pada kesiapan daerah, dukungan lintas sektor, serta karakteristik wilayah yang dinilai representatif untuk penerapan program vaksinasi DBD sebelum diperluas ke daerah lain.

 

Untuk sasaran vaksinasi, Dinkes Kaltara memprioritaskan murid kelas 3 hingga kelas 6 sekolah dasar serta kelas 7 sekolah menengah pertama. Penentuan sasaran ini mengacu pada data sebaran usia penderita DBD di Kalimantan Utara.

 

“Kalau kita lihat dari kelompok usia yang paling banyak terpapar, sekitar 40 persen kasus terjadi pada anak usia 5 sampai 15 tahun. Itu sebabnya sasaran utama vaksinasi kita adalah anak sekolah,” jelasnya.

 

Melalui program ini, pemerintah daerah berharap angka penularan DBD dapat ditekan secara signifikan. Hasil dari pelaksanaan vaksinasi di Bulungan nantinya akan menjadi bahan evaluasi dan rujukan untuk diterapkan di kabupaten dan kota lain di Kalimantan Utara.

 

Dinkes Kaltara juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak ragu mengikutkan anaknya dalam program vaksinasi DBD. Berdasarkan pemaparan dalam kegiatan sosialisasi, vaksin DBD yang diberikan telah dinyatakan aman dan dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh anak.

 

“Jangan lagi ada keraguan atau penolakan dari orang tua. Vaksinasi ini sangat membantu meningkatkan kekebalan tubuh anak sehingga bisa terhindar dari penularan DBD,” katanya.

 

Selain vaksinasi, Yuan menegaskan bahwa upaya pengendalian DBD tetap harus dilakukan secara menyeluruh melalui pemberantasan sarang nyamuk, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

 

Untuk diketahui, Dinkes Kaltara bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan dijadwalkan akan melaksanakan vaksinasi DBD pada Kamis (8/1/2026) di Sekolah MI Salafiyah Syafiiyah, Desa Panca Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara. Program ini diharapkan menjadi langkah awal pengendalian DBD yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kalimantan Utara. (iwk/lim)

 

Editor : Azward Halim