TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan menindaklanjuti bantuan sektor perkebunan dari pusat melalui sosialisasi budidaya tanaman kelapa dalam serta penanganan organisme pengganggu tanaman (OPT) kepada petani guna memastikan pemanfaatan bantuan berjalan optimal dan berkelanjutan.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, sosialisasi ini merupakan tindak lanjut atas bantuan pusat yang diterima Bulungan pada 2025. “Kegiatan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (1/1).
Dikatakan, Bulungan memperoleh bantuan benih kelapa dalam sebanyak 11.000 butir serta pupuk organik sebanyak 33.000 kilogram (kg) dari Direktorat Jenderal Perkebunan. “Bantuan ini harus diimbangi dengan pemahaman budidaya yang baik agar produktivitas tanaman kelapa dapat meningkat,” katanya.
Menurutnya, tantangan utama dalam pengembangan kelapa rakyat adalah serangan organisme pengganggu tanaman yang kerap menurunkan hasil panen. “Jadi, penanganan OPT harus dipahami petani sejak awal agar tanaman tetap sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan, Kristiyanto menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan disalurkan kepada 12 kelompok tani di wilayah Bulungan. “Total bantuan benih dan pupuk organik ini akan diterima oleh 12 kelompok tani yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Disperta Bulungan akan melakukan pendampingan teknis agar pelaksanaan budidaya sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh BPTP. “Kami akan mengawal mulai dari penyaluran, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman kelapa,” ujarnya.
Kristiyanto menekankan pentingnya penerapan teknik budidaya yang tepat serta pengendalian OPT secara terpadu. “Pendekatan terpadu diperlukan untuk menjaga produktivitas dan mencegah kerugian petani akibat serangan hama dan penyakit,” ungkapnya.
Ia berharap pengembangan kelapa dalam dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pedesaan. “Kelapa memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk turunan,” pungkasnya. (jai/jnr)
Editor : Januriansyah RT