TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si didampingi Sekretaris Daerah, Ir. H. Risdianto, S.Pi, M.Si, dan perangkat daerah terkait mengikuti zoom meeting rapat koordinasi (rakor) analisis dan evaluasi realisasi APBD 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, belum lama ini.
Rakor diikuti gubernur, bupati dan walikota se-Indonesia. Rakor berisi arahan Mendagri yang menegaskan bahwa belanja pemerintah daerah berperan strategis mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui percepatan realisasi APBD yang berdampak langsung pada perputaran uang di daerah.
Diungkapkan, data yang disampaikan pemda-pemda menunjukkan realisasi belanja APBD di beberapa daerah masih belum optimal terutama pada awal tahun anggaran. Hal tersebut berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi hingga penyerapan tenaga kerja.
Mendagri juga menekankan percepatan realisasi APBD harus diiringi dengan kualitas belanja. Yaitu belanja yang produktif, tepat sasaran dan mendukung sektor-sektor penggerak ekonomi daerah. Seperti UMKM, infrastruktur dan layanan dasar.
Sementara itu, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Bupati Bulungan Syarwani kerap menekankan agar kegiatan-kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, harus lebih cepat dalam realisasinya.
Menurut bupati, kegiatan atau program pemerintah daerah, sebagian besar melibatkan andil masyarakat. Khususnya kegiatan pekerjaan fisik yang kerap memerlukan tenaga kerja yang cukup banyak.
"Saya sering kali menyampaikan agar kegiatan-kegiatan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, dipercepat realisasinya. Karena ada beberapa kegiatan pembangunan yang didanai melalui APBD, membutuhkan tenaga kerja yang besar," ucap Bupati.
Menurutnya, dengan melibatkan masyarakat dalam program pembangunan yang dilakukan pemerintah, diharapkan mampu memberi penghasilan tambahan kepada masyarakat. Selain itu, serapan produk-produk lokal akan meningkat seiring dengan belanja-belanja yang dilakukan pemerintah daerah di berbagai sektor. (dra/lim)
Editor : Azward Halim