TANJUNG SELOR – Sejumlah investor hingga saat ini terus melirik peluang berinvestasi di Kalimantan Utara (Kaltara), salah satunya investor dari Taiwan yang tertarik untuk melakukan pembangunan proyek desalinasi air laut.
Hal ini mendapat sambutan yang baik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, karena proyek ini bisa menjadi solusi untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah kepulauan yang ada di provinsi ke-34 Indonesia ini.
Namun, hingga kini posisinya masih berada pada tahap komunikasi intensif dari pemerintah daerah dengan calon investor, yang mana untuk pelaksanaannya memang harus ada hal-hal yang haris dipersiapkan dan disepakati bersama.
Untuk menjamin kepastian keberlanjutan dari proyek ini ketika nanti berjalan, pihak investor mengajukan syarat penting sebelum kemudian melakukan kerja sama yang lebih konkret, yakni sovereign guarantee atau jaminan dari pemerintah.
“Jadi ada jaminan yang mereka minta dari kita, karena memang ini harus kita sinkronkan dengan perencanaan kita. Ini untuk melihat secara pasti apakah proyek ini bisa dilaksanakan atau tidak,” jelasnya.
Dalah hal ini, pihak investor menginginkan market (pasar) yang menjadi sasarannya harus besar. Sebagai tindak lanjut dari itu, Rahman menyebutkan kemungkinan pihaknya akan melihat peluang dari sisi industri yang ada di Kaltara.
“Kami akan melihat dari sisi industrinya seperti apa, kan ini nanti bisa dijual ke industri juga, tidak hanya kepada masyarakat. Tapi untuk saat ini kita belum ada informasi lebih lanjut. Kita saat ini juga masih terus menawarkan ke investor lain, di antaranya ke Singapura dan Malaysia,” tuturnya. (iwk/ana)
Editor : Azwar Halim