TANJUNG SELOR — Pemkab Bulungan memastikan pembangunan taman di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan tidak hanya menghadirkan ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi simbol pelestarian kearifan lokal.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, penamaan taman ini masih terus dibahas melalui diskusi bersama warga dan tokoh masyarakat. Ruang dialog ini dilakukan agar mencerminkan identitas lokal.
“Untuk nama, ini masih kita diskusikan dengan warga Desa Salimbatu. Tadi juga dihadiri langsung Pak Kades (Kepala Desa) dan saya sudah minta agar didiskusikan bersama tokoh masyarakat,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara usai meninjau lokasi, Minggu (7/12).
Menurutnya, masukan dari para tokoh adat dan orang tua kampung menjadi pertimbangan utama dalam penamaan taman. “Kami sangat mendengarkan usulan orang-orang tua kita. Kita ingin kearifan lokal diangkat melalui keberadaan taman ini,” katanya.
Syarwani menegaskan, taman ini dirancang agar memiliki fungsi sosial yang kuat. “Taman ini diharapkan menjadi ruang untuk kegiatan sosial kemasyarakatan sekaligus bagian dari upaya melestarikan kearifan lokal Desa Salimbatu,” tegasnya.
Dari sisi progres pembangunan, Syarwani menyebut pekerjaan fisik sudah mendekati tahap akhir.
“Secara fisik pembangunannya sudah di atas 80 persen. Insyaallah bisa selesai tahun 2025 sesuai target Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Bulungan,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah pekerjaan utama rampung, pembangunan akan masuk tahap pemeliharaan.
“Nanti tinggal pemeliharaan dan beberapa kegiatan lanjutan untuk memastikan progres bisa mencapai 100 persen,” ujarnya.
Terkait aktivitas perdagangan, Syarwani menegaskan area taman akan steril dari kegiatan jual beli. “Kita ingin taman ini tetap asri dan bersih. Tidak boleh ada aktivitas berjualan di dalam area taman,” katanya.
Namun demikian, Pemkab Bulungan tetap memberi ruang bagi UMKM. “Space di sekitar taman tetap bisa dimanfaatkan oleh UMKM Desa Salimbatu. Intinya, area dalam taman khusus untuk ruang hijau dan tempat bermain anak-anak,” jelasnya.
Pembangunan taman Salimbatu sendiri menelan anggaran Rp 900 juta yang bersumber dari APBD Bulungan 2025.
Selain taman di Salimbatu, Syarwani mengungkapkan rencana pengembangan taman lain di Bulungan.
“Kami juga sedang berdiskusi soal taman di kawasan Makam Syekh Ahmad Al-Maghribi. Ini sejalan dengan program pembangunan bernuansa antar umat dan religi,” ungkapnya.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan religius yang kuat.
“Keberadaan makam Syekh Ahmad Al-Maghribi sudah dikenal luas, termasuk oleh masyarakat dari luar Bulungan, sehingga perlu didukung fasilitas yang terintegrasi,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan taman akan terus berlanjut di wilayah lain.
“Tahun 2026, kita rencanakan pembangunan taman di Kelurahan Karang Anyar sebagai titik kumpul warga untuk kegiatan sosial kemasyarakatan,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim