TANJUNG SELOR - Kodim 0903/Bulungan bersama Forkopimda Bulungan dan Kaltara melaksanakan tanam padi perdana di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Bulungan, Minggu (7/12).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan swasembada beras di Bumi Tenguyun.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Ir. Heri Rudiyono mengatakan, cetak sawah ini merupakan dukungan langsung Kementerian Pertanian (Kementan) RI dalam mewujudkan swasembada beras di Kaltara.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian. Target kita tahun 2026 Kaltara sudah swasembada beras. Setelah optimasi lahan pertanian, hari ini kita melaksanakan tanam perdana cetak sawah di Desa Salimbatu,” kata Heri kepada Radar Kaltara, Minggu (7/12).
Heri menjelaskan, untuk Kabupaten Bulungan target cetak sawah ditetapkan seluas 798 hektare (ha) dan penanaman dilakukan secara bertahap.
“Mulai Desember ini petani sudah mulai tanam dan berlangsung hingga Maret. Harapannya, dengan cetak sawah ini kesejahteraan petani meningkat dan swasembada beras Kaltara, khususnya Bulungan, bisa tercapai," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Bulungan Syarwani menegaskan bahwa Pemkab Bulungan memberikan dukungan penuh melalui intervensi anggaran daerah.
“Di Desa Salimbatu ini terdapat dua gabungan kelompok tani. Tahun 2025 Pemda Bulungan mengalokasikan Rp 1 miliar untuk optimalisasi lahan melalui APBD,” bebernya.
Menurutnya, optimalisasi lahan daerah berjalan paralel dengan program cetak sawah rakyat dari pusat.
“Program ini bersumber dari APBD Bulungan dan berjalan seiring dengan cetak sawah rakyat dari Kementerian Pertanian yang didukung oleh TNI AD. Ini bagian dari upaya menuju swasembada pangan di Bulungan,” jelasnya.
Ia menegaskan, program ketahanan pangan selaras dengan visi pembangunan daerah serta agenda nasional.
“Kami pastikan komitmen Pemkab Bulungan dan masyarakat Bulungan sejalan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam menyukseskan Asta Cita, khususnya kedaulatan pangan nasional,” tegasnya.
Dandim 0903/Bulungan Letkol Inf Dhuwi Hendradjaja menyampaikan progres pengerjaan cetak sawah terus menunjukkan peningkatan.
“Dari target 798 hektare, sekarang ini progres sudah mencapai sekitar 35 persen atau sekitar 300 hektare dari total target dan akan terus bertambah,” katanya.
Ia menyebutkan, dukungan alat berat menjadi faktor penting percepatan pekerjaan. Sebanyak 27 unit excavator sudah dikerahkan.
"Kami harapkan akhir Desember progres bisa mencapai 100 persen,” ungkapnya.
Dhuwi menegaskan keterlibatan petani menjadi kunci keberhasilan program. “Kami terus menggandeng kelompok tani agar tidak ada lahan yang terbengkalai dan target swasembada pangan di Bulungan bisa segera tercapai,” ujarnya.
Tim Pengawas CSR Kementan Brigjen TNI Dr. Khairul Anwar Mandailing menjelaskan, untuk di Kaltara awalnya ditargetkan 500 ribu hektare, namun karena kendala teknis ditetapkan menjadi 225 ribu ha.
Khusus Bulungan, targetnya 798 ha. Ia menambahkan, kendala lapangan akan segera dilaporkan ke pimpinan.
“Terkait kebutuhan alat dan mesin pertanian, kami minta penyelenggara mengajukan ke Kementan. Seluruh alsintan disalurkan gratis melalui brigade pangan,” katanya.
Khairul menilai potensi pertanian Bulungan sangat menjanjikan. Lahannya tidak terlalu terendam air, potensinya bagus.
"Tetapi, tetap perlu kreativitas dan manajemen yang baik,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azwar Halim