TANJUNG SELOR – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat realisasi investasi di triwulan III tahun 2025 berada di angka Rp 20,5 triliun.
Hal ini disampaikan Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP Kaltara, Rahman Putrayani kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Menurutnya, capaian ini memiliki kontribusi yang signifikan bagi perekonomian daerah, meskipun nilai ini masih terbilang jauh dari target tahunan yang ditetapkan sekitar Rp 37 triliun atau dari sisi nilai masih kurang sekitar Rp 16,5 triliun.
“Kalau melihat tren yang ada, kemungkinan nilai investasi kita hanya akan mendekati target yang sudah ditetapkan. Tapi untuk pastinya kita lihat realisasi di triwulan IV nanti,” ujar Rahman.
Untuk berapa capaian realisasi investasi triwulan IV itu baru bisa terlihat pada Januari 2026 mendatang.
Dari realisasi Rp 20,5 triliun ini, Rahman menyebutkan penyumbang tertinggi berasal dari sektor konstruksi. Setelah itu baru disusul investasi pada sektor energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan sektor-sektor lainnya.
“Kontribusi paling besar masih sektor konstruksi,” tuturnya.
Rahman mengungkapkan, belum maksimalnya realisasi investasi ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya hambatan teknis dan administratif. Hal ini juga menyebabkan kegiatan di lapangan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Selain itu, sejumlah kebijakan nasional juga memberikan pengaruh terhadap investasi. Namun, sebagian besar hambatan berada pada sektor swasta. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim