TANJUNG SELOR — Pemkab Bulungan terus mematangkan program Integrated Area Development (IAD) Landscape Kayan sebagai fondasi pembangunan hijau berkelanjutan. Hal itu disampaikan Bupati Bulungan, Syarwani.
Kepada Radar Kaltara, Syarwani menegaskan bahwa pelestarian hutan dan keberlanjutan lingkungan merupakan masa depan daerah.
“Upaya pelestarian alam, terutama kawasan hutan dan masyarakat yang hidup di sekitarnya, menjadi sangat penting dan itu masa depan Kabupaten Bulungan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (25/11).
Menurutnya, visi pembangunan Bulungan saat ini yang menekankan kedaulatan dan keunggulan daerah melalui pembangunan hijau harus diwujudkan secara nyata.
“Bagian yang kita desain lewat program Landscape Kayan ini menjadi isu yang sangat krusial hari ini,” tegasnya.
Syarwani mengakui, pembangunan dan perubahan adalah keniscayaan, namun harus diiringi dengan perlindungan lingkungan.
“Keberadaan lingkungan dan masyarakat di kawasan hutan adalah investasi untuk anak cucu kita," ungkapnya.
Karena itu, IAD melibatkan partisipasi luas dari pemda, perangkat desa hingga masyarakat. Ia menekankan penerapan spirit pentahelix dalam eksekusi program.
“Kami libatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha dan organisasi masyarakat sipil. Ini kerja kolaboratif,” katanya.
Ia bersyukur hadirnya Perpres 28 Tahun 2023, yang memperluas akses masyarakat terhadap kawasan hutan melalui skema perhutanan sosial.
“Perhutanan sosial memberi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga hutan,” ungkapnya.
Saat ini, konsep tersebut telah dijalankan di 18 desa di empat kecamatan, mencakup kawasan lebih dari 500 ribu hektare. Dengan luasan dan jumlah desa yang terlibat, tentu tidak mungkin ini hanya ditangani pemerintah.
"Kita harus membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pemangku kepentingan,” ucapnya.
Kolaborasi itu juga melibatkan sejumlah lembaga, seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Yayasan Pionir, Triple GI dan IRE.
“Mereka terlibat sejak tahap desain, pendampingan, sampai advokasi kepada masyarakat desa,” jelasnya.
Syarwani menambahkan bahwa Pemda Bulungan telah mengembangkan Sistem Informasi Desa, termasuk bagi desa di kawasan Landscape Kayan.
“Sistem ini memberi daya dukung besar untuk perencanaan. Walaupun masih ada blank spot, kami sudah menyediakan 28 perangkat Starlink untuk desa-desa yang membutuhkan akses internet,” katanya.
Ia juga memaparkan hasil konkret dari program perhutanan sosial. “Sudah ada dua desa yang memproduksi olahan cokelat, bukan hanya biji kering. Sekarang sudah sampai bubuk dan batangan,” ujarnya.
Selain cokelat, beberapa desa juga mengembangkan produk unggulan lain sesuai potensi. Ada desa yang cocok untuk budidaya lengkeng. Tahun 2024, kami intervensi 10 hektare untuk pengembangannya.
"Program itu sejalan dengan prioritas One Village One Product (OVOP)," bebernya.
Tak hanya hulu, Pemkab juga mendorong hilirisasi dan pemasaran. “Kami sudah mengkurasi 70 produk UMKM desa untuk masuk ke salah satu mal di Jakarta. Ini untuk memastikan produk desa punya pasar,” katanya.
Syarwani turut menyoroti sektor pertanian pangan.
“Alhamdulillah, 2024 kemarin Bulungan mendapat dukungan optimalisasi 2.400 hektare lahan dari Menteri Amran Sulaiman. Petani sudah menikmati hasilnya dan Bulog menyerap gabah Rp6.500 per kilogram,” paparnya.
Tahun ini, lebih dari 2.000 hektare lahan akan diselesaikan melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian, TNI, dan Pemkab Bulungan.
“Ini mendukung agenda kedaulatan pangan nasional. Salah satu titik strategisnya ada di Bulungan,” tegasnya.
Syarwani menegaskan bahwa pembangunan SDM tetap menjadi kunci. “Peningkatan kapasitas SDM itu investasi jangka panjang dan kami berusaha memperkuatnya dalam setiap program,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim