TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan menjalin kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam rangka percepatan pembangunan daerah berbasis koridor. Kesepakatan itu dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antar Bupati Bulungan, Syarwani dan Rektor IPB.
Kepada Radar Kaltara, Syarwani menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan dan implementasi RPJMD Bulungan.
“Dua hari yang lalu saya melaksanakan penandatanganan MoU bersama Rektor IPB. Salah satunya terkait penguatan konsep pembangunan Kabupaten Bulungan melalui RPJMD,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Minggu (23/11).
Ia menjelaskan bahwa pembangunan daerah saat ini dibagi dalam lima koridor utama. Salah satu yang diproyeksikan menjadi kawasan cepat tumbuh adalah Koridor Barat, yang mencakup 10 desa di Kecamatan Peso.
“Salah satu pilot project yang akan kita bangun melibatkan 10 desa di Kecamatan Peso. Harapan kami, setiap desa dapat menghasilkan minimal tiga anak muda yang berkompetensi untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah ini,” ungkapnya.
Menurutnya, proyek ini mengusung konsep besar pangan berkelanjutan dan akan dijalankan bersama pemda, IPB serta mitra strategis pembangunan. “Kita berbicara tentang kawasan pangan berkelanjutan.
Ini adalah kerja sama yang akan dilaksanakan bersama mitra strategis dan saya berharap anak-anak muda ikut terlibat,” katanya.
Melalui jejaring media dan komunitas desa, Pemsa Bulungan menargetkan lahirnya sedikitnya 30 pemuda kompeten dari seluruh desa di Koridor Barat.
“Minimal kita bisa menghasilkan tiga anak muda di setiap desa yang memahami pembangunan berkelanjutan dan pangan berkelanjutan di Bulungan,” tegasnya.
Syarwani mengungkapkan bahwa Desa Long Buang di Kecamatan Peso ditetapkan sebagai lokasi utama pilot project kerja sama Pemda Bulungan dan IPB. Kawasan ini akan dikembangkan secara terintegrasi, mencakup pangan, perkebunan, peternakan hingga perikanan.
“Kawasan Peso, terutama Desa Long Buang, akan menjadi pilot project. Kita tidak hanya bicara pangan dan perkebunan, tetapi juga peternakan dan perikanan dengan konsep budidaya yang tepat,” jelasnya.
Dalam kerja sama tersebut, Pemda Bulungan meminta IPB membantu program konservasi sumber daya alam (SDA), terutama pelestarian spesies ikan endemik di hulu Sungai Kayan.
“Saya meminta agar dalam budidaya perikanan, kita bisa mempertahankan jenis ikan endemik Sungai Kayan. Ini penting agar kekayaan alam kita tidak punah dan tetap menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai potensi lokal di Peso sudah dikonfirmasi langsung dengan masyarakat setempat. Hal ini menjadi dasar kuat untuk memastikan pembangunan Koridor Barat berjalan tepat sasaran dan sesuai karakter desa-desa di wilayah tersebut.
"Dengan terjalinnya kerja sama strategis ini, Pemda Bulungan menargetkan Koridor Barat menjadi kawasan pangan cepat tumbuh yang melibatkan generasi muda sebagai motor penggerak utama pembangunan berkelanjutan," pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim