TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus mengawal percepatan pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning–Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan.
Bupati Bulungan, Syarwani, menyebut kawasan industri tersebut bukan hanya proyek berskala nasional, tetapi juga menjadi tumpuan masa depan ekonomi masyarakat Bulungan.
“Kita ingin memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai regulasi, berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan yang terpenting memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Minggu (16/11).
Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam seluruh proses pembangunan. “Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton. Pemerintah harus memastikan mereka memperoleh manfaat nyata dari tumbuhnya kawasan industri ini,” ujarnya.
Untuk itu, Pemda Bulungan terus berkoordinasi dengan pengelola dan para investor, termasuk PT KAI yang turut terlibat dalam pengembangan kawasan. Fokus utamanya adalah memastikan tenaga kerja lokal mendapat porsi yang memadai.
“Sekarang ini kami sedang menyiapkan program pelatihan vokasi dan pemetaan kebutuhan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri. Prinsipnya, tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas,” katanya.
Syarwani menegaskan bahwa kehadiran KIHI membawa efek berganda yang sangat besar bagi perekonomian daerah. Selain mempercepat pembangunan infrastruktur dasar seperti akses jalan, listrik, hingga suplai energi bersih, kawasan industri hijau tersebut dinilai membuka peluang luas bagi pelaku usaha lokal.
“Keberadaan KIHI akan menciptakan peluang ekonomi baru, terutama bagi UMKM dan pelaku usaha lokal. Multiplier effect-nya sangat besar bagi Bulungan,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim