TANJUNG SELOR - Pekerjaan di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dipastikan terus berprogres.
Seperti PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), misalnya. Melalui tenannya, yakni PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), ditargetkan akan melakukan produsi aluminium akhir tahun ini.
Demikian paparan dari PT KAI saat menerima kunjungan kerja Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang bersama Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy dan Bupati Bulungan, Syarwani di KIHI pada Rabu (12/11/2025).
"Bulan depan (Desember) kita targetkan bisa memproduksi 500 ribu ton. Akan tetapi sifatnya ini bertahap, di awal kita akan produksi up to 100 ribu ton dulu," ujar Wito Krisnahadi, Presiden Direktur PT KAI.
Di sini KIPI yang termasuk salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga melakukan pengembangan sejumlah kebutuhan infrastruktur dasar, seperti akses jalan, area pengelolaan limbah, instalasi pengolahan air (IPA) hingga infrastruktur ketenagalistrikan.
"Secara fisik, 70-80 persen itu sudah selesai. Hanya saja, ketergantungan terhadap listrik yang ada memang membuat kita harus memastikan development dan produksi smelter berjalan maksimal. Makanya kita lakukan bertahap," jelasnya.
Saat ini, produksi aluminium di kawasan industri yang ada di Kaltara ini menggunakan bahan baku dari Indonesia. Namun, jika ketersediaan berkurang tidak menutup kemungkinan bisa didatangkan dari negara lain, misalnya dari Australia atau dari Vietnam.
"Saat ini kita gunakan bahan baku dari lokal, di antaranya kita ada yang dari Sintan, dari Kalimantan Barat. Jadi kita fokus untuk bahan baku dari dalam dulu," tuturnya.
Selain itu, kehadiran KIPI di Kaltara juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, utamanya terhadap serapan tenaga kerja. Berdasarkan data ketenagakerjaan, hingga Oktober 2025 serapan tenaga kerja pada perusahaan ini mencapai 12 ribu orang.
Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang mengatakan, dari total serapan tenaga kerja sebanyak 12 ribu orang ini, sebanyak 71 persen merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan sisanya sebanyak 29 persen Tenaga Kerja Asing (TKA).
Gubernur Zainal mengaku optimistis bahwa masyarakat Kaltara akan lebih banyak yang bisa terserap ketika nanti sudah produksi.
"Kita patut bersyukur karena keberadaan dari KEK ini bisa menyerap tenaga kerja lokal. Tentu ini akan berdampak pada pengurangan angka pengangguran,' tegasnya.
Orang nomor satu di Kaltara ini juga menilai terjadi perkembangan yang cukup signifikan pembangunan di kawasan industri ini. Jika dibandingkan dengan kondisi di tahun 2023 lalu, perkembangannya luar biasa.
"Insha Allah akhir tahun ini sudah mulai produksi pertama untuk aluminium. Harapannya kehadiran KIPI ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kaltara," pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim