TANJUNG SELOR – Pemerintah secara nasional telah melakukan akad massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap 800 ribu debitur se-Indonesia beberapa waktu lalu.
Langkah konkret pemerintah dengan memberikan bantuan pembiayaan ke usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ini mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak, termasuk dari Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara (Kaltara).
Kepala Perwakilan BI Kaltara, Hasiando G Manik mengatakan, KUR ini sangat baik, karena kehadirannya sebagai salah satu sumber pembiayaan murah yang diberikan melalui perbankan dengan bunga rendah.
“Tujuan dari KUR ini supaya UMKM punya akses terhadap pembiayaan yang murah untuk mendorong penguatan ekonomi di daerah,” ujar Hasiando kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Menurut Hasiando, apa yang disampaikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat akad massal KUR beberapa hari lalu merupakan bagian dari ‘angin segar’ bagi pelaku UMKM, yang mana maksimal bunga dari KUR ini 6 persen.
“Saya rasa ini harus dimanfaatkan secara baik oleh pelaku usaha kita,” tuturnya.
Kendati demikian, Hasiando juga mengingatkan peada penerima KUR ini mengenai beberapa hal, utamanya yang perlu diperhatikan itu usahanya harus tetap baik. ini penting mengingat pembiayaan ini harus dilunasi di suatu waktu tertentu atau yang sudah ditetapkan.
“Jadi dia bukan sesuatu yang diberikan cuma-cuma oleh bank. Makanya, di dalam pelaksanaannya itu tentu ada pengawasannya yang akan dilakukan,” sebutnya.
Selain itu, Hasiando juga menggarisbawahi apa yang disampaikan oleh Menteri UMKM, yang mana pembiayaan dari KUR ii sudah mencapai 62 persen dialokasikan untuk kegiatan produktif.
Artinya, KUR ini didapatkan oleh petani, peternak serta usaha-usaha lainnya yang bersifat produktif.
“Dan itu akan terus ditingkatkan, karena petani, pedagang, hingga nelayan sangat membutuhkan pembiayaan seperti ini untuk meningkatkan kapasitas dan usaha mereka agar menjadi lebih baik dan berkembang,” pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim