TANJUNG SELOR – Ribuan warga memadati jalan protokol di ibu kota Provinsi Kaltara, Sabtu (18/10), untuk menyaksikan kemeriahan Pawai Budaya dalam rangka memperingati HUT ke 235 Tanjung Selor dan HUT ke 65 Bulungan
Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan bahwa pawai budaya bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan simbol kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya dan identitas daerah.
“Pawai budaya ini bukan sekadar tontonan, tetapi wujud nyata kecintaan kita terhadap tradisi dan nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat Bulungan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Minggu (19/10).
Lebih dari 11 ribu peserta dari berbagai suku, agama dan komunitas seni turut serta dalam kegiatan tersebut. Mereka menampilkan tarian tradisional, musik daerah, hingga pakaian adat yang mencerminkan kekayaan budaya dan harmoni masyarakat Bulungan.
“Bulungan memiliki sejarah panjang, dari masa Kesultanan Bulungan hingga kini menjadi pusat pemerintahan Kalimantan Utara. Kita semua patut berbangga karena Bulungan adalah rumah bagi berbagai suku, agama dan budaya yang hidup berdampingan dalam harmoni,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kemajuan suatu daerah tidak akan terlepas dari kekuatan budaya dan jati diri masyarakatnya. “Budaya adalah akar pembangunan, sumber nilai moral dan perekat sosial yang menjaga kita tetap bersatu dalam keberagaman,” katanya.
Mengusung tema “Bulungan Berdaulat, Unggul dan Berkelanjutan”, pawai budaya tahun ini menjadi refleksi tekad masyarakat untuk membangun daerah secara adil dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai budaya lokal.
“Tema ini menegaskan semangat kita untuk membangun dengan berkeadilan dan berwawasan lingkungan, serta menjadikan budaya sebagai dasar kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.
Syarwani menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, dan instansi yang telah berpartisipasi serta bekerja keras menyiapkan kegiatan tersebut.
“Pemerintah punya kewajiban memberi ruang bagi para pelaku seni dan generasi muda. Sejak 13 Oktober lalu hingga malam tadi, anak-anak muda Bulungan tampil luar biasa di Kebun Raya Bundayati, Bulungan,” ungkapnya.
Menurutnya, Kebun Raya Bundayati, Bulungan kini menjadi simbol kebangkitan seni lokal, tempat di mana generasi muda dapat berkreasi sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
“Kita ingin generasi muda terus mencintai budaya daerahnya. Hari ini kita buktikan, semua suku dan agama hadir bersama mensukseskan pawai budaya tanpa sekat,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim