TANJUNG SELOR – Dua siswa SMAN 1 Tanjung Selor harus mendapat perawatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Senin (22/9).
Mereka diduga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.
Kepala SMAN 1 Tanjung Selor, Didik Sukanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut.
“Kemarin, dua siswa sempat masuk rumah sakit karena muntah dan pusing. Hari ini, keduanya belum masuk sekolah,” kata Didik, Selasa (23/9).
Ia menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 12.00 Wita saat para murid menyantap MBG. Sekitar setengah jam kemudian, sejumlah siswa mulai muntah, sakit perut hingga pusing.
“Beberapa murid sempat dirawat di UKS. Dua orang dilarikan ke rumah sakit, sementara yang lain ada yang pulang terlebih dahulu,” ungkapnya.
Namun, pihak sekolah belum bisa memastikan penyebab pasti sakit yang dialami siswa.
“Untuk dua orang murid, kami belum bisa memastikan apakah karena keracunan atau sebab lain. Belum ada informasi lebih lanjut dari rumah sakit,” ujarnya.
Didik mengaku sempat menanyakan kondisi salah satu murid yang mengalami sesak napas.
“Yang bersangkutan mengaku pernah beberapa kali mengalami hal serupa sebelumnya. Tetapi kami tidak bisa menyimpulkan apakah itu asma atau penyebab lain,” jelasnya.
Selain itu, berdasarkan laporan di lapangan, nasi goreng MBG yang dikonsumsi siswa disebut keras dan sedikit berlendir.
“Tetapi, saya tidak bisa menyimpulkan apakah itu basi atau tidak, karena waktu itu menunya nasi goreng,” bebernya.
Didik menegaskan, sejak awal program MBG sudah melakukan pendataan siswa yang memiliki alergi tertentu.
“Kalau ada murid alergi telur, tentu tidak diberikan telur. Begitu juga dengan ikan dan bahan lain,” tegasnya.
Untuk sementara, pembagian MBG di SMAN 1 Tanjung Selor dihentikan.
“Mulai hari ini MBG distop sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” tegasnya.
Didik memastikan, seluruh biaya pengobatan siswa yang dirawat di RSD ditanggung sepenuhnya oleh penyedia jasa penyelenggara makanan (SPPG).
“Jadi tidak ada biaya yang dibebankan ke orang tua siswa,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim