Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Naik 0,2 Persen, Pemprov Kaltara Percepat Penanganan Stunting

Fijai RT • Minggu, 21 September 2025 | 18:09 WIB
Photo
Photo

TANJUNG SELOR – Angka stunting di Kaltara masih menjadi perhatian serius Pemprov Kaltara. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi stunting di Kaltara tercatat 17,6 persen, naik 0,2 persen dibanding tahun 2023 yang berada di angka 17,4 persen.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kaltara, Bertius mengungkapkan, kenaikan angka tersebut menjadi sinyal agar penanganan stunting dilakukan lebih cepat dan tepat.

“Untuk itu, Pemprov Kaltara bergerak cepat melakukan intervensi. Sesuai arahan bapak gubernur. Sekarang ini kita menyusun langkah-langkah berdasarkan survei itu untuk menentukan segmen mana yang harus dilakukan intervensi,” kata Bertius kepada Radar Kaltara, Minggu (21/9).

Menurutnya, fokus utama pemerintah adalah pencegahan melalui pemenuhan gizi ibu hamil dan anak, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Kalau asupan gizi ibu hamil dan anak terpenuhi sejak awal, maka risiko stunting bisa ditekan. Tahun ini programnya masih sama dengan tahun sebelumnya, hanya saja kita perkuat intervensinya,” jelasnya.

Namun, upaya itu tidak lepas dari sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kondisi geografis Kaltara yang cukup berat sehingga menyulitkan distribusi program ke daerah terpencil.

“Kondisi geografis menjadi kendala. Selain itu, ada juga warga dari luar Kaltara yang tercatat sebagai penduduk dan masuk dalam data stunting, sehingga turut memengaruhi angka prevalensi,” bebernya.

Meski demikian, Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk menekan angka stunting. Setiap tahun, anggaran khusus untuk penanganan stunting telah dialokasikan, mengingat masalah ini juga menjadi prioritas nasional.

“Setiap tahun kita anggarkan untuk stunting. Ini bukan hanya isu daerah, tetapi sudah menjadi program prioritas nasional yang harus kita sukseskan bersama,” tegasnya.

Dengan kerja sama lintas sektor serta dukungan masyarakat, pemerintah optimistis angka stunting di Kaltara bisa kembali ditekan dalam beberapa tahun ke depan.
"Kami optimistis angka stunting bisa terus ditekan. Harapannya, generasi Kaltara tumbuh lebih sehat dan kuat di masa depan," pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#penanganan #stunting #pemprov kaltara #bulungan