TANJUNG SELOR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi menyebut hujan deras dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpotensi melanda berbagai wilayah di Indonesia.
“Dalam tiga hari terakhir, hujan dengan intensitas sangat lebat sudah terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Maluku Utara,” kata Sulam Khilmi kepada Radar Kaltara, Minggu (21/9).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh sejumlah faktor atmosfer global hingga lokal. Dipole Mode Index (DMI) yang negatif meningkatkan pertumbuhan awan di wilayah barat Indonesia.
"Suhu muka laut yang hangat memicu aktivitas konvektif yang signifikan,” jelasnya.
Menurutnya, faktor lain juga ikut memperkuat dinamika cuaca. Aktifnya gelombang Kelvin, Madden Julian Oscillation (MJO) serta nilai Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif menandakan tingginya peluang pertumbuhan awan hujan. Selain itu, bibit siklon tropis yang muncul di perairan utara Indonesia semakin menambah risiko hujan lebat.
“Bibit siklon tropis memengaruhi pola angin dan kerap memicu hujan deras di wilayah sekitarnya,” ungkap Khilmi.
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas bervariasi masih akan terjadi di sejumlah daerah. “Pada periode 19–21 September, hujan ringan hingga sangat lebat berpotensi mengguyur hampir seluruh wilayah Indonesia,” bebernya.
Ia menambahkan, ada beberapa wilayah yang ditetapkan berstatus siaga. "Daerah yang harus mewaspadai hujan lebat adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Papua, Papua Selatan dan Papua Pegunungan,” tegasnya.
Sementara itu, pada 22–25 September, cuaca ekstrem masih berlanjut. “Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua, dengan status siaga khusus untuk Papua dan Papua Pegunungan,” jelasnya.
Untuk itu, BMKG mengimbau warga agar melakukan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Pastikan saluran drainase tetap bersih, hindari area terbuka ketika terjadi petir serta menjauhi bangunan rapuh saat hujan disertai angin kencang. Masyarakat juga diingatkan untuk rutin memantau informasi cuaca.
“Kesiapsiagaan adalah kunci. Cuaca bisa berubah cepat. Jadi, kewaspadaan sangat penting agar risiko banjir, longsor dan bencana lain dapat diminimalkan,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim