TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus melakukan upaya untuk penyediaan layanan listrik yang prima hingga ke wilayah perbatasan dan pedalaman.
Komitmen itu disampaikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Yosua Batara kepada Radar Tarakan saat ditemui di Tanjung Selor pada Ahad (10/8/2025).
Yosua mengatakan, saat ini Pemprov Kaltara tengah menindaklanjuti pertemuan Gubernur Kaltara dengan GM PT PLN Kaltim-Kaltara beberapa waktu lalu. Dalam hal ini, Pemprov Kaltara dan PLN akan bersinergi untuk menyediakan tenaga listrik di Kaltara.
“Kita sudah menandatangani pernyataan bersama dengan PLN UP3 Kaltara untuk menyamakan persepsi dan bekerja bersama-sama untuk penyediaan tenaga listrik, khusus di wilayah perbatasan dan pedalaman,” ujar Yoshua.
Ini dipandang perlu karena di wilayah perbatasan dan pedalaman provinsi ke-34 Indonesia ini masih terdapat beberapa desa yang belum mendapatkan pelayanan penyediaan listrik.
Secara teknis, lanjut Yosua, Pemprov Kaltara dan PLN sama-sama menyusun target daerah yang ingin dilistriki. Setelah itu baru dilakukan sinkronisasi supaya tidak bertabrakan program yang dilakukan Pemprov Kalara dengan yang dilakukan PLN.
“Lebih spesifik kita utamakan wilayah pedalaman dan perbatasan. Itu yang menjadi target kita sesuai dengan permintaan Pak Gubernur agar kita lebih masuk lagi ke wilayah perbatasan dan pedalaman,” tegasnya.
Adapun beberapa daerah di wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara yang saat ini belum mendapatkan layanan listrik itu di antaranya Lumbis Ogong serta daerah Sembakung tepian. Tujuan utamanya adalah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim