TANJUNG SELOR – Modus penyelundupan narkotika kian beragam. Salah satu yang baru terungkap di wilayah Kaltara adalah upaya mengelabui petugas dengan mengubah kemasan sabu yang biasanya dibungkus dalam kemasan teh menjadi kemasan buah durian.
Hal itu terungkap dari pengungkapan terbaru oleh Polda Kaltara.
Kepala Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara, Tulus mengatakan bahwa upaya perubahan kemasan ini bukan hal baru, namun tetap menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
“Ada sedikit perubahan dari sisi kemasan. Tetapi isinya tetap saja sabu. Kami dari BNN maupun teman-teman di lapangan sudah hafal dengan karakteristik kemasan yang sering digunakan, seperti kemasan teh,” kata Tulus kepada Radar Kaltara, Minggu (27/7).
Ia menduga pergantian kemasan menjadi bentuk durian dilakukan untuk mengecoh petugas di bandara atau pelabuhan yang mulai familiar dengan pola pengiriman menggunakan kemasan teh.
“Mereka mungkin mencoba mengganti kemasan agar tidak dikenali. Tapi kami tetap curiga, karena pola dan isi tetap sama,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tulus menyampaikan, untuk memastikan asal usul sabu yang ditemukan, perlu mengirimkan sampel ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk dianalisis secara menyeluruh.
“Semuanya akan dianalisis di Puslabfor. Dari situ akan terlihat komposisi bahan, jaringan pengirim, hingga kemungkinan negara asalnya,” ungkapnya.
Meski belum bisa menyebut dari mana asal pasti narkotika tersebut, ia memastikan temuan ini akan didalami lebih lanjut oleh tim gabungan dari BNN, kepolisian, dan instansi terkait.
“Kalau dilihat sekilas, asalnya masih perlu didalami lebih jauh. Bisa saja ini dari jaringan lama yang memodifikasi metode, atau bahkan jaringan baru,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim