TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan mendorong penguatan Brigade Pangan yang terintegrasi dengan program Optimasi Lahan (Oplah) dan cetak sawah rakyat (CSR). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat swasembada pangan di daerah.
Kepala Disperta Bulungan, Kristiyanto mengatakan, sebelumnya telah dilakukan pembahasan terkait progres pelaksanaan Brigade Pangan, luas tambah tanam (LTT) reguler, Oplah dan CSR.
Selain itu, sejumlah tantangan lapangan juga diidentifikasi sebagai bagian dari mitigasi pelaksanaan.
"Brigade Pangan sebagai ujung tombak dalam mendorong peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas petani," kata Kristiyanto.
Menurutnya, ini menjadi pintu masuk untuk menarik minat anak muda agar terlibat langsung di sektor pertanian.
“Anak muda harus dilibatkan. Pertanian bukan pekerjaan masa lalu, tapi masa depan. Brigade Pangan jadi cara baru agar sektor ini makin adaptif, produktif dan menjanjikan secara ekonomi,” ungkapnya.
Dijelaskan, sinergi Oplah, CSR, dan Brigade Pangan akan mempercepat pemanfaatan lahan tidur, meningkatkan luas tanam, sekaligus menekan ketergantungan pangan dari luar daerah.
“Kami targetkan dalam waktu dekat, produksi padi bisa meningkat signifikan. Tapi tidak bisa kerja sendiri. Harus ada dukungan lintas sektor, khususnya penyuluh dan pemerintah desa,” tambahnya.
Sementara itu, Pj Swasembada Pangan Kaltara, drh. I Gusti Made Ngurah Kuswandana menekankan pentingnya penguatan kelembagaan di tingkat bawah untuk memastikan keberlanjutan program.
“Brigade Pangan bukan sekadar program, tapi gerakan kolektif. Harus ada semangat bersama di lapangan,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim