TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) lagi-lagi menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang dilirik oleh investor untuk menanamkan sahamnya.
Kali ini investor Korea yang tengah melirik peluang investasi di Kaltara. Berdasarkan informasi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, ada beberapa jenis peluang investasi yang dilirik investor Korea di Kaltara.
“Saat ini ada ketertarikan dari Korea dengan Indonesia. Sebelumnya sudah ada perjanjian kerja sama untuk investasi.
Salah satu yang mereka (Korea, Red) tertarik itu adalah di Kalimantan Utara,” ujar Rahman Putrayani, Penatakelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP Kaltara kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Jumat (13/6/2025).
Rahman menyebutkan ada beberapa proyek yang dilirik oleh Korea di provinsi ke-34 Indonesia ini, di antaranya pada produk pertanian.
Dalam hal ini, investor Korea ingin mengolah produk pertanian yang ada di Kaltara ini.
“Kemudian mereka juga ingin ada perusahaan hilirisasi untuk sektor perikanan di Kaltara. Nah, ini memang mereka melihat peluangnya cukup besar di Kalimantan Utara,” kata Rahman.
Terhadap hal ini, sudah ada pertemuan juga yang dilakukan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltara.
Hal ini yang kemudian ditindaklanjuti oleh Kadin dengan datang berkonsultasi ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara kemarin (12/6/2025).
“Kita welcome saja untuk investasi yang ingin masuk ke Kalimantan Utara. Kita sangat terbuka,” tegasnya.
Jika dilihat dari nilai investasinya, Rahman menyebutkan estimasi yang didapatkan oleh pihaknya itu total investasinya senilai USD 371 juta.
Ini yang kemudian coba dilihat oleh pihaknya, yang mana peluangnya ada di beberapa daerah, termasuk di Bulungan, Tarakan dan Nunukan.
“Tapi ini akan kita kembalikan lagi ke teman-teman Kadin, kira-kira mereka maunya seperti apa. Apakah sudah ada kesiapan dari mereka atau seperti apa.
Nah, ini rencananya mungkin Senin nanti kita akan ada pertemuan dengan Pak Gubernur,” pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim