Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Disdikbud Bulungan Lestarikan Budaya Lokal Dari Warisan Tak Benda hingga Festival Birau

Fijai RT • Minggu, 1 Juni 2025 | 15:40 WIB
BUDAYA LOKAL: Penari Dayak menampilkan tarian lokal di Bulungan.
BUDAYA LOKAL: Penari Dayak menampilkan tarian lokal di Bulungan.

TANJUNG SELOR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memperkuat kemajuan budaya daerah. Empat program prioritas kini dijalankan Bidang Kebudayaan, mulai dari pendataan warisan budaya hingga pelaksanaan festival budaya tahunan (Birau).

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bulungan, Marlen menjelaskan, pertama yang menjadi fokus adalah pendataan dan pendaftaran warisan budaya tak benda atau objek pemajuan kebudayaan (OPK).

"Ini adalah kewajiban kami untuk mendata seluruh potensi budaya tak benda di Bulungan. Sekarang ini ada 10 objek mulai dari kesenian lokal hingga olahraga tradisional. Semuanya berasal dari sepuluh kecamatan," kata Marlen.

Objek budaya yang telah di data kemudian akan diseleksi dan diajukan untuk mendapatkan status sebagai warisan budaya tak benda, baik di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
"Kita juga menyasar pendataan dan penetapan objek diduga cagar budaya (ODCB)," ungkapnya.

Menurutnya, sejak 2024, sebanyak 11 objek sudah ditetapkan sebagai cagar budaya milik daerah, dari total lebih dari 100 objek yang masih dalam proses pendataan.

“Sidang penetapan dilakukan di tingkat kabupaten. Ini penting untuk mengukuhkan nilai sejarah dan pelestarian fisik warisan budaya kita,” jelasnya.

Kemudian, untuk pekan kebudayaan daerah (PKD), yang rutin digelar setiap tahun. Fokusnya adalah pelestarian olahraga tradisional, dengan sasaran utama para pelajar di 10 kecamatan se-Bulungan.

“PKD ini bukan hanya mengenalkan budaya, tapi juga mempererat generasi muda dengan identitas daerah.

Selain olahraga tradisional, kegiatan ini juga disinergikan dengan program gerakan seniman masuk sekolah,” bebernya.

PKD menjadi pintu pembuka menuju kegiatan budaya terbesar di Bulungan, yakni Festival Birau yang juga menjadi program prioritas keempat.

“Birau adalah puncak perayaan budaya kita. Digelar dalam rangka HUT Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan, festival ini menampilkan kekayaan budaya tiga suku besar di Bulugan. Dayak, Bulungan dan Tidung,” ungkapnya.

Birau menyajikan berbagai pertunjukan seni, pameran budaya, lomba tarian tradisional hingga olahraga khas lokal. Sinergi antar PKD dan Birau menciptakan kesinambungan edukasi budaya dan pelestariannya di ruang publik.

“Kegiatan ini bukan sekadar perayaan. Ini adalah upaya menanamkan kebanggaan akan budaya sendiri, terutama bagi generasi muda,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #festival #Disdikbud Bulungan #lestarikan budaya lokal #bulungan #warisan