Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Disebut Bisa Jadi Atraksi Wisata Musiman Unik, Begini Harapan Penangguk Ikan Seruyuk kepada Pemkab Bulungan

Sopian Hadi • Sabtu, 31 Mei 2025 | 11:55 WIB
SEADANYA: Sejumlah warga mengais rezeki penanggung ikan seruyuk di bawah turap Sungai Kayan di Kampung Arab Tanjung Selor. FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN
SEADANYA: Sejumlah warga mengais rezeki penanggung ikan seruyuk di bawah turap Sungai Kayan di Kampung Arab Tanjung Selor. FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR — Aktivitas penangguk ikan seruyuk kembali ramai di tepian Sungai Kayan, khususnya di wilayah Turap Kampung Arab, Tanjung Selor.

Salah satu penangguk, Paulina, menyuarakan harapan kepada pemerintah daerah agar memberikan perhatian khusus kepada para pencari nafkah dari hasil tangkapan ikan seruyuk ini.

Paulina mengungkapkan bahwa hingga kini para penangguk hanya mengandalkan sisi bawah bangunan turap sebagai tempat berpijak saat menangguk ikan.

Hal itu dinilai cukup berisiko dan tidak nyaman. Ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dapat membangun jembatan kecil atau pijakan yang layak untuk menunjang aktivitas warga.

"Kalau ada tempat berpijak yang aman, kami tentu bisa lebih nyaman dan tidak khawatir jatuh. Dulu sempat ada jembatan kecil, tapi sekarang sudah tidak ada, sepertinya sudah dibongkar," kata Paulina saat ditemui di lokasi, Jumat (30/5/2025).

Menurutnya, saat musim ikan seruyuk datang, belasan hingga puluhan warga biasa berjajar di sepanjang turap untuk menangguk ikan.

Titik-titik penanggukan yang populer berada di kawasan Kampung Arab hingga di dekat Jembatan Tanjung Palas–Tanjung Selor, baik dari sisi kota maupun seberangnya.

"Kalau air keruh, biasanya ikan seruyuk banyak. Tergantung musim dan kondisi sungai," ujarnya.

Paulina menambahkan, dalam sehari, tiga orang bisa mengumpulkan hingga 23 kilogram kilogram ikan seruyuk.

Sebagian hasil tangkapan dijual, dan sisanya dikonsumsi sendiri. Harga jual ikan seruyuk basah dijual berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 25 per kilogram.

Para penangguk tidak hanya berasal dari Tanjung Selor, tetapi juga datang dari wilayah-wilayah sekitar seperti Tengkapak, Selimau dan Jelarai.

Aktivitas ini bukan hanya menjadi sumber penghasilan bagi warga, namun juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata musiman yang unik.

“Kadang kalau musimnya bagus, bisa ramai sekali, orang-orang berjajar menangguk ikan. Sayang kalau tidak difasilitasi, padahal ini bisa menarik wisatawan,” tutup Paulina.(ana)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #unik #pemkab bulungan #bulungan