TANJUNG SELOR – Layanan gratis Kapal Rede KM. Gandha Nusantara 05 rute Tarakan-Ancam di Kalimantan Utara (Kaltara) telah berjalan sejak awal April 2025 lalu.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, Idham Chalid mengatakan, saat ini transportasi perairan tersebut berjalan lancar dan sangat membantu masyarakat, utamanya dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan ke Tarakan.
“Kapal Rede ini gratis. Itu setahun anggaran sampai Desember nanti. Itu pembiayaannya dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang dianggarkan setiap tahun,” ujar Idham kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Melihat tingginya tingkat kebutuhan masyarakat terhadap angkutan perairan tersebut, maka ia mengatakan bahwa di tahun 2026 nanti pihaknya akan mengusulkan layanan itu lagi ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk dapat dilanjutkan.
“Tapi, selama kita mengusulkan, insha Allah Kapal Rede ini akan tetap berlayar melayani masyarakat untuk rute Tarakan-Ancam. Jadi permintaan untuk usulan itu kembali ada saja,” jelasnya.
Adapun untuk saat ini, layanan Kapal Rede itu sepekan sekali, yang mana pelayarannya satu hari dari Tarakan ke Ancam dan satu hari lagi dari Ancam ke Tarakan. Artinya, jika Sabtu dari Tarakan ke Ancam, mana Ahad pagi baru balik dari Ancam ke Tarakan.
“Sepekan itu sekali layanan PP (pulang pergi). Kan dia ini tidak berlayar malam, sekali berlayarnya itu makan waktu tempuh hingga 7 jam. Dari Tarakan itu berangkat jam 12 siang, jadi sampai di Ancam itu sekitar jam 6-7 malam, makanya dijadwalkan besok paginya baru balik ke Tarakan,” jelasnya.
Kapal Rede ini hanya untuk memuat kendaraan sora dua, hasil alam dan orang. Dalam pelaksanaannya, untuk kendaraan roda dua hanya bisa memuat 18 unit dan untuk kapasitas penumpang sebanyak 80 orang.
“Untuk roda empat sebenarnya bisa, tapi kita tidak perkenankan, karena sudah ada kapal fery ke Sebawang, Tana Tidung. Karena Kapal Rede ini juga kecil, hanya 93 GT,” sebutnya.
Untuk menggunakan transportasi gratis rute Tarakan-Ancam ini, pendapftarannya dilakukan secara online melalui aplikasi Pelni. Karena Kapal Rede ini milik Kemenhub, diusulkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan operatornya Pelni. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim