TANJUNG SELOR — Komitmen pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan lewat penyerapan gabah petani lokal.
Bupati Bulungan, Syarwani mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Bulog telah menyerap sekitar 100 ton gabah dari petani di wilayah Sajau Pura dan Sajau Hilir.
“Laporan dari para petani dan Brigade Pangan sekitar 100 ton gabah sudah diserap oleh Bulog. Ini bukti nyata dari peran aktif petani kita dalam mendukung ketahanan pangan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (12/5).
Meski begitu, Syarwani menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pasca panen, khususnya ketersediaan alat pengering gabah atau dryer. Menurutnya, pengeringan menjadi kunci agar gabah hasil panen dapat diserap dengan optimal oleh Bulog.
“Stok panen harus ditunjang dengan fasilitas pengering yang memadai. Ini kekuatan kita untuk memastikan kualitas gabah tetap terjaga saat diserap Bulog,” tegasnya.
Penyerapan gabah ini, lanjut Syarwani, merupakan bagian dari penugasan khusus yang diberikan Presiden kepada Bulog untuk membantu petani dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi hasil panen.
"Dengan langkah ini, Pemkab Bulungan berharap penyerapan hasil panen bisa terus meningkat, seiring dengan upaya memperkuat sektor pertanian dan kesejahteraan petani lokal," ungkapnya.
Lebih lanjut, Pemkab Bulungan berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Bulog dan pemerintah pusat, termasuk menyiapkan skema bantuan alat pengering gabah serta pelatihan teknologi pertanian modern kepada para petani.
“Kita ingin petani kita bukan hanya produktif, tapi juga mandiri. Maka dari itu, infrastruktur, teknologi dan pendampingan harus terus kita dorong,” ujarnya.
Diketahui, Sajau Pura dan Sajau Hilir merupakan dua kawasan pertanian produktif di Bulungan. Setiap tahun, kawasan ini menjadi salah satu penyuplai utama kebutuhan beras lokal.
Dengan adanya penyerapan langsung oleh Bulog, diharapkan kesejahteraan petani terus meningkat dan distribusi pangan lebih terjamin.
"Langkah Pemkab Bulungan ini sejalan dengan visi nasional untuk memperkuat sektor pangan lokal sebagai penyangga utama kemandirian ekonomi daerah," pungkasnya. (jai /har)
Editor : Azwar Halim