Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Desk Koordinasi Penanganan Karhutla Dibentuk, Wagub Ingkong Jelaskan Ini soal Kaltara

Iwan RT • Kamis, 20 Maret 2025 | 16:01 WIB
Wagub Kaltara – Ingkong Ala. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN
Wagub Kaltara – Ingkong Ala. FOTO: IWAN K/RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala secara langsung menghadiri rapat koordinasi (rakor) peluncuran Desk Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara nasional di Jakarta pekan lalu.

Kepada Radar Tarakan, Ingkong mengatakan untuk antisipasi karhutla di Indonesia itu sudah dilakukan, karena biasanya di April atau Mei itu sudah ada titik merah yang terpantau.

Khusus untuk di Kaltara, memang rawan juga, tapi tidak sama dengan daerah lain seperti Riau, Kalteng, Kaltim dan Kalbar.

“Karena di sana itu potensi gambutnya luas, kalau kita di sini tidak. Paling biasa terjadi di sini itu di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan,” ujar Ingkong saat ditemui di Tanjung Selor, Kamis (20/3/2025).

Akan tetapi, lanjut Politisi partai Hanura ini, kondisi itu sudah ditangani oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait beberapa tahun belakangan ini. Oleh karena itu, tentu sudah ada pengalaman dalam menangani persoalan karhutla di Kaltara ini.

“Saya rasa sudah cukup pengalaman untuk menangani itu, tinggal kita lengkapi alat-alat pemadamnya saja lagi, termasuk sinergitas antar provinsi dan kabupaten/kota serta pihak-pihak terkait lainnya, seperti TNI/Polri, swasta hingga masyarakat,” tuturnya.

Berkaca dari kejadian-kejadian sebelumnya, untuk titik-titik api di Kaltara ini yang biasa banyak terjadi itu pada Juli-Agustus, bertepatan pada saat pembakaran ladang oleh masyarakat.

Tapi, secara teknis proses pembakaran itu sudah diawasi dan dibuat pembatas apinya supaya tidak merambat luas.

“Cuma itu tetap terdeteksi sebagai kebakaran, karena ada titik merah. Pada prinsipnya, untuk karhutla ini kita tetap melakukan antisipasi di semua daerah di Kaltara, tapi yang biasa terjadi itu memang di Tanjung Palas Timur, jadi itu harus jadi atensi utama,” pungkasnya. (iwk/har)

Editor : Azwar Halim
#karhutla #tarakan #kaltara #tanjung selor #bulungan