TANJUNG SELOR - Tahun 2025 ini, target investasi di Kalimantan Utara (Kaltara) diproyeksikan mengalami kenaikan.
Hal itu disampaikan Penatakelola Penanaman Modal Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman Putrayani kepada Radar Tarakan, Kamis (30/1/2025).
"Target dari pusat kemungkinan naik. Kalau kita proyeksi mungkin sekitar Rp 40 triliun," ujar Rahman.
Artinya, jika dibandingkan dengan target investasi di Kaltara pada tahun 2024 yang ditetapkan Rp 35 triliun, maka di tahun 2025 ini ada kenaikan Tp 5 triliun.
"Tapi kita belum ada update dari Kementerian Investasi hingga saat ini. Kalau kita lihat target mereka naik ke angka Rp 1.950 triliun," sebutnya.
Tentu, hal ini juga pasti akan berdampak ke daerah-daerah, tak terkecuali Kaltara.
"Biasanya begitu. Pastinya untuk Kaltara kita msh optimistis realisasi bisa lebih tinggi di 2025 ini,"katanya.
Optimisme ini sejalan dengan kegiatan konstruksi mega proyek yang ada di wilayah Bulungan, Malinau dan Tarakan. Terlebih rencananya ada satu industri besar yang akan mulai operasional di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) pada semester II tahun 2025 ini.
"Kami berharap juga tahun ini untuk mega proyek infrastruktur, properti dan energi bisa dimulai oleh sejumlah investor yang sudah berminat pada tahun lalu," tuturnya.
Karena, semua kegiatan investasi tersebut sudah mendapat signal atau lampu hijau dari Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang sebagai bentuk keseriusan mewujudkan Kaltara yang berubah, maju dan sejahtera.
"Untuk mempercepat kemajuan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara akan mulai dari pembangunan infrastruktur, energi dan hilirisasi sumber daya alam (SDA) lokal yang potensinya sangat besar.
" Misalnya seperti rumput laut, ikan, udang, kepiting, sawit, hasil pertanian dan hasil hutan lainnya. Tapi untuk target investasi, kita tunggu saja," pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim