TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) terkenal dengan berbagai potensi yang sangat luar biasa besar, salah satunya pada sektor energi terbarukan.
Berdasarkan informasi dan data yang dihimpun Radar Tarakan, selain Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi, di Kaltara saat ini juga tengah dibangun dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas besar.
Adapun dua PLTA itu terdiri dari PLTA Kayan di Bulungan yang direncanakan dibangun dengan lima susun bendungan berkapasitas 9 ribu megawatt (MW), serta PLTA Mentarang Induk di Malinau dengan satu bendungan berkapasitas 1.375 MW.
Penatakelola Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Rahman mengatakan, harapan utama dari pembangunan energi hijau ini, ke depan Kaltara sudah tidak ada masalah lagi dengan energi.
“Karena kita memang berharap sektor energi terbarukan yang ada di Kaltara ini sudah bisa kita rasakan pada tahun 2031 nanti.
Jadi target kita 2031 nanti sudah beroperasi, sudah ada suplay energi bersih dari dua PLTA kita,” ujar Rahman.
Rahman mengaku, sejauh ini investor dari dua mega proyek di provinsi ke-34 Indonesia ini rutin melaporkan setiap kegiatan ke divisi teknis yang menangani itu di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.
“Investor PLTA ini sudah ada, jadi investasinya tinggal jalan saja, tinggal kita tunggu realisasi mereka saja nanti seperti apa.
Harapan kita bisa cepat operasional, supaya bisa dapat segera dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” tuturnya.
Pada prinsipnya, Pemprov Kaltara terus memberikan perhatian serius dan dorongan terhadap percepatan pembangunan energi hijau di Kaltara ini untuk membantu mengurangi ketergantungan pada impor energi, hingga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (iwk)
Editor : Azwar Halim