TANJUNG SELOR - Kepala Biro (Karo) Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Provinsi (Setprov) Kalimantan Utara (Kaltara), Amir Hamsyah menjelaskan, ada perbedaan yang sangat signifikan antara versi 5 dan versi 6 dari e-katalog.
Amir menjelaskan, pada versi sebelumnya, penawaran di e-katalog masih bersifat tertutup dan tidak ada ruang untuk saling membandingkan. Tapi di versi yang baru atau versi 6 ini, penyedia dapat saling melihat dan menilai penawaran yang diajukan.
“Ini membuat terciptanya sistem yang lebih adil dan kompetitif,” ujar Amir kepada Radar Tarakan, Senin (18/11/2024).
Di tahun 2024 ini, di Kaltara tercatat ada 6.644 paket pekerjaan yang akan tersedia melalui e-katalog. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 3 ribu paket, terjadi peningkatan yang signifikan di tahun 2024 ini.
“Dengan meningkatnya jumlah paket dan adanya perbaikan dalam sistem e-katalog ini, kita harapkan kualitas dari pengadaan barang dan jasa dapat semakin baik ke depannya,” kata Amir.
Harapannya, kehadiran mini kompetisi di sini tidak hanya menciptakan transparansi dan memperbaiki sistem pengadaan, tapi juga mendorong penyedia untuk lebih profesional dalam menyusun penawarannya.
“Tentu ini menjadi penting dalam menciptakan sistem pengadaan barang dan jasa yang lebih transparan dan akuntabel,” tuturnya.
Pastinya, dengan sistem ini penyedia yang mengajukan penawaran akan lebih terstruktur dan lebih memperhatikan kualitas apa yang ditawarkan. Karena hasil dari mini kompetisi akan menunjukkan siapa yang benar-benar memenuhi standar. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim